SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Prioritaskan Tingkat Kesehatan Bank

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 25 Juni 2014 12:29
Prioritaskan Tingkat Kesehatan Bank

PIMPIN BANK SULSELBAR.Direktur Utama Bank Sulselbar Muhammad Rahmat Alimuddin memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Sulselbar di Hotel Clarion Makassar, Selasa (24/6).(Foto : ASEP/RAKYATSULSEL)

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – RAPAT Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (BPD Sulselbar), akhirnya menetapkan dua direksi baru yakni Muhammad Rahmat sebagai Direktur Utama dan Ambo Syamsuddin selaku Direktur Umum.

Pemegang saham menyetujui penetapan kedua direksi baru tersebut melalui RUPS yang digelar di Jasmine Hall Grand Clarion Hotel, Selasa (24/6).

Ditemui usai berlangsungnya RUPS, Muhammad Rahmat mengatakan, hal yang menjadi prioritas utamanya adalah meningkatkan kesehatan bank dari yang sebelumnya berada di Komposit 3, naik menjadi Komposit 2. Peringkat Komposit 3 (PK-3), mencerminkan kondisi bank secara umum cukup sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Namun, hal tersebut perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan atas Komposit Tingkat Kesehatan Bank (TKB) sesuai amanah RUPS tanggal 2013 lalu. Dimana, salah satu action plan direksi adalah meningkatkan komposit TKB menjadi minimal 2. Untuk itu, saat ini Bank Sulselbar akan lebih selektif dalam memilih mitra.

“Skala prioritas kami saat ini memang lebih kepada upaya peningkatan kesehatan bank. Kami pun berupaya menekan bunga bank karena selama ini dinilai masih sangat tinggi. Diharapkan upaya kami bisa direalisasikan,” ujar Rahmat, kemarin.

Dia melanjutkan, selain kesehatan bank, pihaknya akan mengoptimalkan sumber daya yang sudah dimiliki. Salah satu langkah strategisnya yakni dengan menata kantor kas yang letaknya tidak produktif dapat ditempatkan lebih baik.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi kantor kas. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menggenjot pengembangan produk perbankan dari Bank Sulselbar.

Lebih lanjut, Rahmat menambahkan, kinerja Bank Sulselbar cukup baik yang ditandai dengan jumlah kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tahun ini menurun dari tahun lalu yaitu 1,4 menjadi 1,1 persen. Untuk laba bersih, Bank Sulselbar membukukan Rp315 miliar tahun lalu dan tahun ini meningkat 14 persen atau sekitar Rp400 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, meminta agar direktur utama yang terpilih berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mampu menggenjot pencapaian Bank Sulselbar. Paling tidak, dalam lima tahun ke depan, pencapaiannya bisa lima kali lipat dibandingkan saat ini.

“RUPS ini bagian yang sangat penting dan strategis bagi kepentingan daerah Sulsel,” kata Syahrul.

Syahrul mengungkapkan, Bank Sulselbar adalah bank milik daerah yang dimiliki provinsi dan para bupati/walikota se Sulawesi Selatan dan Barat. Karena itu, bank sebagai lembaga ekonomi harus mampu menyangga seluruh akselerasi dari upaya-upaya dan program pemerintah.

“Diharapkan, dari BPD inilah beberapa pendekatan-pendekatan akselerasi ekonomi, sesuai program yang dimiliki oleh pemerintah daerah, kabupaten/kota dan provinsi, mampu ditunjang dengan baik,” ujarnya.

Bekas Bupati Gowa dua periode ini berharap melalui RUPS tersebut, Bank Sulsel akan menemukan performance nya sesuai dengan tantangan eranya. Apalagi, saat ini Bank Sulselbar untungnya cukup bagus.

“Tetapi, tidak cukup sampai disini saja. Bank Sulselbar harus bisa melakukan upaya yang lebih maksimal. Apalagi, dengan pertumbuhan ekonomi kita di atas 8 persen, dengan akselerasi perputaran uang yang ada,” terangnya.

Gubernur meminta direktur utama terpilih, harus bisa menggenjot Bank Sulselbar lima kali lipat dari apa yang ada saat ini. Sekarang, aset Bank Sulselbar mencapai Rp5 triliun, berarti dalam lima tahun harus bisa menjadikan asetnya sebesar Rp25 triliun.

Sejauh ini, kata SYL, perputaran uang di Sulawesi Selatan cukup tinggi. Karena itu, ia berharap Bank Sulselbar bisa menjadi pengendali. “Bank asing saja masuk di Sulsel. Karena itu, Bank Sulselbar harus punya akses yang lebih kuat,” terangnya. (*)


Tag
div>