KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Produk Jasa Konstruksi Harus Penuhi SNI

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 24 April 2018 10:15
Produk Jasa Konstruksi Harus Penuhi SNI

Pengerjaan konstruksi salah satu bangunan megah di Makassar, belum lama ini. Pemkot Makassar melalui Dinas Perdagangan (Disdag) bakal membuat Peraturan Walikota (Perwali) SNI, salah satu diantaranya produk jasa konstruksi. SUGIHARTONO/RAKYATSULSEL

– Disdag Lakukan Sosialisasi Perwali

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Persoalan Kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam dunia usaha menjadi perhatian khusus Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar. Oleh karena itu, Disdag bakal membuat Peraturan Walikota (Perwali) SNI, setelah melakukan sosialisasi produk yang menggunakan SNI, diantaranya jasa konstruksi.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Disdag Kota Makassar, Syahruddin, mengatakan, regulasi terkait SNI harus disampaikan ke masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya terlebih dahulu mensosialisasikan regulasi berupa perwali SNI.

“Saat nanti ketika ada kegiatan usaha karena banyak kasus bangunan yang roboh karena tidak berstandar. Nah ini salah satu tujuannya untuk memberikan informasi supaya dalam memilih barang yang dijadikan bahan bagunan bisa standar (SNI),” jelasnya, Senin (23/4) kemarin.

Syahruddin mengatakan, regulasi SNI ini baru akan dimulai di Kota Makassar. Untuk data barang yang akan menggunakan SNI itu dalam daftar aturan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) mencapai 500 jenis barang yang harus ber-SNI.

“Kalau detilnya itu kita belum tau tapi yang kita data di Disdag Makassar lebih kepada jasa konstruksi,” ucapnya.

Syahruddin menjelaskan, saat ini pihaknya masih menggodok pembuatan draft perwali SNI ini, meski begitu harus diperhatikan dan disosialisasikan kepada masyarakat luas agar bisa diketahui apa yang menjadi poin penting.

“Bidang penindakan kan baru di Disdag. Tahun ini baru kita mulai sosialisasi dulu, kedepan bukan tidak mungkin akan buat Perwali SNI, sehingga ada payung hukum dalam bertindak,” jelasnya.

Sementara, Staf Ahli Bidang III Setda Kota Makassar, Taufik Rahman, mengatakan, barang merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat mendasar dan vital dalam artian ketergantungan manusia akan sebuah barang sangat besar.

“Pemerintah sangat perlu menerapkan standarisasi akan suatu produk misalnya barang yang bersentuhan langsung dengan hidup dan kehidupan manusia,” ucapnya.

Taufik mengatakan, tugas Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang merupakan lembaga non kementerian adalah mengembangkan dan membina standarisasi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui regulasi teknis yang berbasis standarisasi dapat mencegah beredarnya barang-barang yang tidak bermutu di pasar domestik khusunya terkait kesehatan, keamanan, keselamatan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdag Kota Makassar, Andi Muh Yasir, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasam ketat terhadap adanya gudang yang menjual barang atau produk yang tidak ber-SNI
“Insya Allah, kita akan turun mengawasi gudang yang menjual produk tidak SNI. Kita akan tindak kalau kita temukan,” jelasnya. (*)


div>