JUMAT , 15 DESEMBER 2017

Produk UMKM Indonesia Kalah dari Negara Lain

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 25 Oktober 2017 13:00
Produk UMKM Indonesia Kalah dari Negara Lain

PRODUK UKMM. Menteri Negara Riset dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengunjungi stand Ekspo UMKM di Grand Clarion Hotel Makassar, Selasa (24/10). Al Amin Malliuri/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mewujudkan standar Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) daerah sebagai row mode nasional terus dilakukan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Hal itu dibuktikan melalui kegiatan seminar nasional yang dirangkaian dengan acara peringatan Hari Standar Dunia jatuh pada 14 Oktober dan Bulan Mutu Nasional pada 10 November mendatang di Makassar, Selasa (24/10) kemarin.

Kepala BSN, Bambang Prasetya, mengatakan, melalui Standar Nasional Indonesia (SNI), para pelaku UMKM daerah mampu mensejajarkan kualitas produksinya dengan kualitas impor.

BSN sampai dengan bulan September 2017 telah menetapkan 11.385 SNI dibidang pertanian, pangan, kesehatan, mekanika, elektronika, konstruksi, kimia, pertambangan, lingkungan, dan serbaneka.

“Dari SNI yang ditetapkan, beberapa SNI mendukung implementasi smart
city. Misalnya ada 12 SNI mendukung smart card, tujuh SNI mendukung smart energy, tiga SNI mendukung smart tourism, serta tiga mendukung ketahanan menghadapi bencana,” ujar Bambang, Selasa, (24/10)kemarin.

Sementara, Menteri Negara Riset dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, sekaligus membuka acara itu menyebutka bahwa, persoalan UMKM di Indonesia adalah kualitas.

Masalah kualitas atau mutu menjadi penghalang Indonesia untuk bersaing di pasar global. “Masalah mutu, adalah masalah penting dalam pasar. Kita akan sulit bersaing di pasar global,” kata M Nasir.


div>