SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Produk UMKM Sulit Tembus ke Ritel Modern

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 17 Juli 2017 22:07
Produk UMKM Sulit Tembus ke Ritel Modern

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak mudah menembus ke ritel-ritel modern (pasar swalayan) lantaran banyaknya persyaratan administrasi atau Standar Operasional Prosedur (SOP). Meski ada, namun masih merasa berat dalam produksi berkelanjutan.

Terkait hal itu, Ketua Umum Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI) Korwil Sulsel, Salman Sahmad menjelaskan sudah ada beberapa produk UMKM buatan anak bangsa masuk ke ritel modern, tapi tidak banyak.

“Untuk sekarang paling banter itu produk makanan dan minuman. Sebut saja jagung marning. Hanya saja, untuk masuk ke sektor ritel modern, butuh kecukupan finansial yang tak sedikit, serta harus memenuhi beberapa persyaratan,” ucapnya, Senin (17/7).

Selain syarat administrasi, kata Salman, produksi berkelanjutan juga hal yang begitu penting bagi pelaku UMKM. Sistem pembayaran yang tidak langsung cash, kerap kali menjadi kendala utama untuk melanjutkan produksi.

“Di ritel-ritel modern sistemnya memang tak langsung bayar. Produk yang disuplai, itu bisa sampai sebulan baru dibayarkan. Bagi UMKM dengan modal tak seberapa, tentu ini hal yang sangat menyusahkan,” tutur Salman.

Sementara itu, Corporate Communication Alfamart, Latifah Ulfa, sebelumnya mengaku pihaknya selalu terbuka untuk menjemput produk pelaku UMKM. Hanya saja SOP dan beberapa syarat itu harus dipenuhi.

“Kalau produk mereka (UMKM) sudah memiliki label BPOM, halal, dan kemasan yang menarik. Kami siap menjualnya,” kata Latifah.

[NEXT-RASUL]

Hanya saja, lanjut Latifah, produksi berkelanjutan juga harus bisa dipenuhi sebagai salah satu syarat.

“Hari ini produknya ada, lusa sudah habis. Itu bisa membuat konsumen kehilangan kepercayaan kepada kami,” tutupnya.


div>