KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Prof Rabina: Saatnya Perempuan Bangkit di Pileg 2019

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 18 Oktober 2018 22:18
Prof Rabina: Saatnya Perempuan Bangkit di Pileg 2019

Prof Rabina Yunus (tengah)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender Unhas Makassar, Prof Dr Rabina Yunus, menilai kehadiran perempuan maju di parlemen memberikan dampak positif.

Menurutnya, dulu perempuan hanya sebatas bidang tertentu. Kini mulai bangkit menempatkan posisi di berbagai bidang pada ranah sosial politik kebangsaan di tanah air.

Ia menyebutkan, power perempuan untuk maju di parlemen tak hanya sekadar pemanis belaka. Namun, perempuan harus punya keberanian serta strategi untuk bertarung.

Selain itu kata dia, jika perempuan maju bertarung merebut kursi di parlemen harus mempelajari dan mengetahui apa yang akan dilakukan setelah terpilih. Bukan hanya bekerja untuk kepentingan partai.

Disebutkan, jika cara ini digunakan caleg perempuan maka bahasa sederhananya, perempuan hanya menjadikan momentum Pileg mencari kerja. “Jadi betul, Caleg perempuan jangan hanya sebatas pemanis. Jika maju bertarung harus tahu apa yang harus dilakukan, kerjakan sesuai yang dipahami. Jangan hanya untuk partai semata,” tuturnya.

Guru besar Unhas bidang Gender itu menyarankan untuk pengurus Parpol agar Caleg perempuan juga diberikan ruang dengan mendapat nomor utur pertama atau kedua. Jangan hanya perempuan ditempatkan pada nomor pertengahan atau akhir.

Dia menambahkan, persaingan untuk meraih posisi strategis, diperlukan revolusi diri. “Harus butuh strategi matang, Caleg perempuan tidak sekadar ikut-ikutan tetapi ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Perempuan, kata dia harus merevolusi diri yakni dengan memanajemen diri, keluarga dan lingkungannya. Bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat, serta diawali dari dirinya sendiri.

Menurut dia, sudah saatnya kaum perempuan berdiri paling depan sebagai pelaku utama pelaksanaan pembangunan. Kemampuan yang dimiliki kaum perempuan tidak kalah dengan laki-laki.

“Tidak ada lagi sekat-sekat gender yang menjadi penghambat bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam pembangunan. Untuk itulah perempuan harus mengubah pandangan agar punya kepercayaan diri untuk maju,” pungkasnya. (*)


div>