RABU , 21 NOVEMBER 2018

Professor dari Jepang Mau Jadikan Lutim Daerah Penyangga Bibit Sagu

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 22 Maret 2017 12:45
Professor dari Jepang Mau Jadikan Lutim Daerah Penyangga Bibit Sagu

Bupati Luwu Timur Thorig Husler menerima professor dari negara Jepang Prof Ozawa Katsuya didampingi Prof Dr Ir Dorotea Agnes dari Universitas Hasanuddin Makassar yang tertarik menjadikan Luwu Timur sebagai kawasan pembibitan sagu di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/3) malam. foto: rahim/rakyatsulsel.

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Hampir 30 tahun melakukan penelitian tentang sagu di Luwu Raya, professor dari negara Jepang Prof Ozawa Katsuya didampingi Prof Dr Ir Dorotea Agnes dari Universitas Hasanuddin Makassar tertarik menjadikan Luwu Timur sebagai kawasan pembibitan sagu. Ini disampaikannya secara langsung saat menemui Bupati Luwu Timur Thorig Husler di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/3) malam.

Ozawa mengaku, sudah menyisir daerah di Luwu Timur dan mempelajari struktur tanah di Luwu Timur. Hasilnya, ia berkesimpulan Lutim sangat cocok dijadikan daerah pembibitan sagu di Sulsel.

Secara umum ia mengakui, sudah keliling Indonesia meneliti masalah sagu. “Saya sudah ke Papua, ke Sumatera, dan Kepulauan Riau meneliti masalah sagu, kesimpulannya sagu di Tana Luwu yang terbaik,” ujarnya.

“Di Tana Luwu sagunya bisa tumbuh bukan ditambah gambut, sementara di daerah lain sagu bisa tumbuh hanya di daerah tanah gambut. Inilah yang membedakan sagu di Tana Luwu dengan di daerahnya lain,” tambahnya.

Olehnya itu, ia merencanakan Kabupaten Luwu akan menjadi pusat industri sagu, Luwu Utara pemasok bahan bakunya dan Luwu Timur sentra pembibitan sagu.

Bupati Lutim, Thorig Husler, dalam kesempatan tersebut menyambut baik rencana tersebut. Husler mengaku, sampai saat ia sendiri masih suka makan makanan dari sagu.

“Ini sagu pak, makanan kecil kami, sejak kecil kami sudah menikmati sagu, bahkan dari nenek saya dulu jika makan nasi juga harus ada makanan dari sagu,entah itu kapurung atau dange. Jadi sangat bagus jika ada yang perhatian melestarikan lagi sagu di Tana Luwu,” terang Husler. (***)


div>