KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Program Ekonomi Kerakyatan Cagub, Siapa Yang Terbaik ?

Reporter:

Iskanto - Armansyah - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Maret 2018 14:30
Program Ekonomi Kerakyatan Cagub, Siapa Yang Terbaik ?

Dok. RakyatSulsel

*IYL-Cakka Andalkan Program Rumah Produkti
*Agus-TBL Siapkan Rp 2T untuk Wirausahawan Baru
*NH-Azis Akan Membangun Pusat Perekonomian di Daerah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mulai saling adu program. Mengklaim pro rakyat, olehnya jualan politik para kandidat diharapkan tidak mengada-ada.

Di Pilgub Sulsel, berbagai cara dilakukan kandidat untuk merumuskan berbagai program kerjanya kedepan. Termasuk melibatkan sejumlah pakar untuk melihat plus minus dari program kerja yang dibuat.

Pasangan Calon nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL Macakka) sangat memperhatikan peningkatan perekonomian rakyat. Hal itu terbukti dengan salah satu dari tiga program unggulan miliknya yakni program rumah produktif. Hal ini tentu menjadi harapan dapat meningkatkan perekonomiannya.

Apalagi, program ini menyasar ibu rumah tangga untuk bagaimana dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Karena memang selama ini para ibu rumah tangga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus rumah tangganya dapat ada produktifitas yang dapat meningkatkan perekonomiannya.

“Ekonomi kerakyatan ada pada program rumah produktif IYL-Cakka yang berbasis desa dan kelurahan. Itukan sasarannya ibu-ibu rumah tangga dan pengangguran. Jadi untuk menekan angka pengangguran sekaligus memberdayakan masyarakat,” kata Juru Bicara (Jubir) IYL-Cakka, Henny.

Apalagi, dengan adanya rumah produktif dapat melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang berkompeten. Sehingga dapat membuka peluang usaha di masing-masing daerahnya.

“Rumah produktif inikan juga muaranya bagaimana melahirkan pengusaha-pengusaha lokal baru yang mandiri dan bisa memberdayakan potensi-potensi lokal yang ada di daerahnya,” terang Henny.

Sementara itu, pasangan Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (AAN-TBL) sebagai calon petahana, pihaknya telah mempersiapkan kawasan ekonomi baru di wilayah Labuba.

Agus Arifin Nu’mang, mengatakan, Labuba sendiri merupakan singkatan wilayah ekonomi strategis dari pegunungan yang ada di Sulsel, yakni Latimojong, Bulusaraung dan Bawakaraeng. “Menumbuhkan kawasan ekonomi baru, clusternya Labuba (Latimojong, Bulusaraung dan Bawakaraeng). Masing-masing kan per area,” Kata Agus, Rabu (28/2).

Agus menilai, dengan gagasan wilayah perekonomian baru seperti Labuba ini diharapkan mampu menjadi sebuah konektivitas antar daerah kabupaten di Sulsel, sehingga tidak lagi ada kendala minimnya sarana dan fasilitas.

“Artinya pertumbuhan kawasan ekonomi baru, memastikan konetivitas masing-masing kawasan,” jelas Agus.

Selain itu, untuk membantu meningkatkan potensi wirausahawan baru, Agus bersama Tanribali lamo, menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk seluruh pedesaan. “Selain untuk wirausahawan baru, dana itu juga nantinya akan fokus menangani tentang sosial dan keagamaan di setiap desa,” jelasnya.

Bukan hanya sektor ekonomi yang dihadirkan di wilayah Labuba. Program pemerintah berkeadilan dan merakyat seperti fasilitas dan akses kesehatan juga dijamin di sana.

“Yang masih sulit dijangkau itu salah satu persoalan utama yang masih membelit masyarakat, khusunya kaum perempuan di sulsel,” Jelasnya.

Calon lainnya, yakni Nurdin Halid – Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menggagas konsep ekonomi kerakyatan sebagai solusi jitu untuk mengakhiri ketimpangan Sulsel. “Tidak bisa dinafikan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sulsel cukup pesat. Sehingga ekonomi kerakyatan jadi solusi, pemerataan antara si-kaya dan si-miskin makin,” kata Nurdin Halid.

Dijelaskan Nurdin, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Sulsel cukup tinggi, akan tetapi angka gini rationya juga demikian. Pertumbuhan hanya terjadi di kota, padahal mayoritas masyarakat berada di desa.

Bersama Aziz Qahhar Mudzakkar, Nurdin Halid siap membangun pusat-pusat pendidikan dan perekonomian di kabupaten/kota. Dengan begitu, beban Rakyat juga bisa dikurangi. “Untuk itu, perlu adanya pemerataan melalui program-program ekonomi kerakyatan. Semua itu sudah NH-Aziz susun bersama untuk membangun kampung, yaitu Sulsel,” lanjut NH.

NH sendiri bercita-cita menempatkan rakyat sebagai pemain utama dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini dicantumkan Nurdin bersama Aziz Qahhar Mudzakkar pada salah satu programnya. Disebutkan, jika terpilih, pemerintah akan mendorong kepemilikan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel oleh masyarakat. “Inilah salah satu alasan saya semakin semangat untuk maju bertarung di pemilihan gubernur. Sebagai solusi konkretnya menjawab permasalahan masyarakat,” tutur Nurdin. (*)


div>