KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Program Kotaku Sasar 90 Kelurahan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 17 Mei 2018 15:30
Program Kotaku Sasar 90 Kelurahan

kantor balaikota (ist)

*Mampu Minimalisir Kawasan Kumuh Hingga 10 Persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya untuk mengentaskan kawasan kumuh di wilayah perkotaan. Setelah tahun lalu berhasil menyentuh kawasan kumuh di 38 kelurahan.

Tahun ini Pemkot Makassar kembali di percayakan untuk mengurangi kawasan kumuh di 90 kelurahan dengan total anggaran mencapai Rp68,3 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Fuad Azis berharap, 90 kelurahan yang tersentuh program kota tanpa kumuh (kotaku) tahun ini, bisa mengurangi kawasan kumuh hingga 10 persen lebih.

“90 kelurahan ini kita harapkan bisa mengurangi kawasan kumuh diatas 10 persen, Pengurangan kawasan kumuh di kabupaten/kota memang cukup sulit, tapi kita berupaya untuk meminimalisir itu, bukan hanya mengandalkan bantuan dari luar negeri tapi juga berkolaborasi dengan APBN, APBD baik provinsi maupun kota,” jelas Fuad, Rabu (16/5) kemarin.

Anggaran yang bersumber dari world bank ini, tambahnya, langsung di kelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM). Sehingga, program pengentasan kekumuhan itu bersumber dari ide masyarakat setempat.

“Anggarannya itu langsung dikelola masyarakat tapi melalui koordinasi satuan kerja penyedia infrastuktur perkotaan (Satker PIP),” kata Fuad.

Diketahui, sesuai SK Walikota tahun 2014 lalu, luas kawasan kumuh mencapai 740,10 Ha. Namun, tahun 2016 berkurang menjadi 676 Ha.

“Berdasarkan perhitungan kami kawasan kumuh saat ini tinggal 516 Ha. Jadi setelah 90 kelurahan ini tersentuh, kawasan kumuh di wilayah Kota Makassar dapat berkurang sampai 400 Ha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Insfratruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda, Imbang Mulyanto mengatakan, bahwa pihaknya mengaku untuk wilayah kumuh tiap tahun berkurang, pasalnya program tiap tahun untuk Kotaku ada anggarannya yang berasal dari pusat dan daerah.

Selain itu, lanjut Imbang, pemukiman kumuh sebelumnya belum berkembang seperti saat ini, beberapa kawasan kumuh yang berada di Kecamatan Tallo sudah berubah secara signifikan.

“Banyak berubah secara signifikan, dulunya kumuh sekarang sudah tertata dengan baik, tapi kita akan terus lakukan hingga tahun 2019 mendatang,” tutup Imbang. (*)


div>