SABTU , 21 APRIL 2018

Program Magang ke Jepang Mulai Disosialisasikan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 04 April 2018 10:30
Program Magang ke Jepang Mulai Disosialisasikan

kantor balaikota (ist)

* Disnaker Kumpulkan 153 Kelurahan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar mulai menyosialisasikan program kerja magang di Jepang di Ruang Sipakalebi Lantai 2 Balaikota, Selasa (3/4). Sosialisasi tersebut dimulai dengan mengumpulkan 153 kelurahan untuk diteruskan ke masyarakat disetiap wilayah kerja masing-masing.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan peluang magang ke Jepang yang telah diberikan oleh Direktorat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan menjaga kepercayaan tersebut.

“Selama 12 tahun Sulsel di-blacklist karena berbagai masalah yang terjadi ketika magang ke Jepang. Nah sekarang penilaian pusat dan Jepang berubah karena melihat kinerja Disnaker Makassar belakangan ini,” ujar Irwan Bangsawan.

Ia mengatakan bahwa program yang membuat pusat dan Jepang membuka kembali peluang magang yakni program pemkot yang diinisiasi oleh Wali Kota Non Aktif, Moh Ramdhan Pomanto Mariki A’jama Rong (Manjarong)

“Kita meningkatkan komunikasi dengan Kemnaker seperti kerjasama dengan BLK yang berada di luar Sulsel. Mereka meminta anak muda Makassar mengikuti pelatihan ke BLK diluar Makassar, nah dengan adanya itu membuat pusat dan Jepang yakin dengan Kota Makassar untuk magang ke luar negeri,” jelas Irwan Bangsawan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya menargetkan 150 anak muda yang berkualitas bisa mengikuti pelatihan sambil belajar ke Jepang selama lima tahun. Insentif yang bakal diberikan mencapai Rp 12 juta per bulan.

“Kita buka 150 orang dan ini bukan kouta, jadi 150 orang ini akan mengikuti tes, jika 150 yang lulus maka 150 yang ikut kalau 10 berarti cuma itu yang berangkat,” ucap Irwan.

Sementara itu, Lurah Buntusu Meinsani mengatakan bahwa program magang ke luar negeri merupakan program yang luar biasa, artinya Pemkot menghargai dan memberikan peluang dan pengalaman anak muda ke Jepang. “Bagus sekali ini, tapi ini masih tahap sosialisasi dan kita akan data dulu warga kita yang potensial,” ucap Meinsani.

Sebagai informasi, bagi yang ingin mengikuti seleksi magang ke Jepang syaratnya usia maksimal 26 tahun, memiliki KTP Kota Makassar dan bukan domisili, tinggi untuk laki-laki 160 cm dan perempuan 150 cm, tidak memiliki tatto ataupun tindik.

Program ini dibuka untuk bidang teknik, baik otomotif, mesin, listrik, kemudian perawat dan koki untuk dilanjutkan (Diseleksi) di Kemnaker. (*)


div>