KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Program Penanggulangan Kemiskinan Tidak Tepat Sasaran

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 08 Agustus 2017 10:31
Program Penanggulangan Kemiskinan Tidak Tepat Sasaran

Wakil Walikota Makasaar, Dr Syamsu Rizal MI.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Program penanggulangan kemiskinan di Kota Makassar, dinilai masih tidak tepat sasaran. Data yang digunakan sebagai sasaran program juga tidak terupdate.

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, meminta agar program Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), tepat sasaran. Program penanggulangan kemiskinan kurang tepat sasaran, dikarenakan data yang digunakan sebagai sasaran program tidak terupdate secara kontinyu, sehingga dibutuhkan terobosan agar data dapat dimuktahirkan secara berkala.

“Melalui program TKPKD, diharapkan mampu mewujudkan mekanisme pelaporan secara terperinci ke seluruh pihak terkait yang membutuhkan informasi aktual terkait data kemiskinan,” kata Syamsu Rizal, saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan tahun 2017, di ruang rapat Wakil Wali Kota, di Balaikota Makassar, Senin (7/8).

Menurutnya, mekanisme ini memungkinkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan seluruh pihak terkait, dapat memberikan laporan secara rinci. Sehingga, mendapatkan supporting yang proporsional. Apalagi, Berdasarkan UU Nomor 13 pasal 9 Tahun 2011, telah mengatur tentang adanya mekanisme bagi pendaftaran bagi masyarakat keluarga miskin untuk mendatangi kelurahan agar di data.

“Dari proses ini menjadi dasar untuk membenahi pengelolaan data terpadu program penanggulangan fakir miskin,” jelasnya diberitakan Rakyat Sulsel,Selasa (8/8).

Adapun mekanisme yang ditempuh, yakni pendaftar mendatangi petugas pendaftar atau sebaliknya dengan menunjukkan KTP atau KK. Selanjutnya, data dicocokkan antara data rumah dengan data terpadu Program Penanggulangan Fakir Miskin (PPFM). Setelah itu, akan ditetapkan daftar rumah tangga yang akan diverifikasi, untuk pemutakhiran data PPFM.

“Setelah pemuktahiran, data akan diperingkat ulang terkait rumah tangga berdasarkan data lama dan data baru, yang selanjutnya hasilnya tersebut kemudian akan menjadi daftar sasaran penerimaan program,” terangnya. (***)


div>