MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Progres CPI, Gedung Serba Guna Butuh Investor

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Jumat , 02 Maret 2018 06:00
Progres CPI, Gedung Serba Guna Butuh Investor

Center Poin of Indonesia. Foto: Dok/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Biro Pembangunan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Jumras mengatakan untuk progres pengerjaan gedung serba guna yang ada di kawasan Center Point Of Indonesia (CPI), saat ini sudah selesai di tender. Untuk pengerjaan selanjutnya, masih menunggu hasil design oleh pihak konsultan.

Olehnya, lanjut Jumras, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,15 miliar dari APBD itu masih membutuhkan investor dalam hal pengerjaan fisiknya.

“Jadi kita anggarkan di APBD tahun ini. Anggarannya Rp2 miliar untuk biaya pengawasan dan konsultannya. Kita harap ada investor namun hingga kini belum ada tanda-tanda,” ungkap Jumras, Kamis (1/3).

Kata Jumras, anggaran Rp2 miliar ini sudah sepaket dengan medical advance and geriatrik hospital, coral center, dan perpustakaan modern. Pembuatan design sendiri akan memakan waktu sebulan.

“Maret ini sudah mulai design. Kita target sebulan sehingga bulan April sudah bisa mulai dikerja fisiknya. Insah Allah tahun depan sudah bisa selesai sisi kanannya,” jelasnya.

Untuk RS internasional lanjut usia dan coral center dibangun di satu gedung melebar. Lokasi pembangunannya tepat di kepala garuda sesuai master plan CPI.

Sesuai desain bangunan, RS internasional berada di sisi kanan sementara Coral center berada di sisi kanan gedung. Satu gedung ini akan dibangun 7 lantai dengan total luas lantai mencapai 8.500 meter persegi.

“Perkiraan pembangunannya secara keseluruhan akan membutuhkan dana Rp55,25 miliar. Makanya kita butuh investor,” ungkapnya.

Jumras mengklaim, coral center ini akan menjadi pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kemudian di lantai tertinggi akan dilengkapi perpustakaan modern, taman dan akuarium raksasa. Sementara RS internasional akan dikhususkan untuk merawat pasien lanjut usia.

“Sebenarnya tidak hanya merawat tetapi juga melakukan tindakan pro aktif pencegahan komplikasi pada pasien lansia dan sebagainya,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan RS ini tidak akan membebani APBN apalagi APBD karena sudah ada beberapa investor tertarik.

Ia mengklaim ini akan menjadi Rumah Sakit pelopor internasional dengan fasilitas lengkap retire city atau kota pensiunan. Butuh lahan di atas 20 hektare. Selain RS, ada mall dan sebagainya. Jadi lokasi nyaman buat para mantan pejabat termasuk pejabat dunia, mantan presiden.

“Ada World Bank siap danai. Banyak pihak investor atau swasta tertarik,” tutup Jumras. (*)


Tag
  • CPI
  •  
    div>