KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Promosi Parawisata, Gubernur Sulsel Libatkan KKSS Eropa

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 21 September 2018 10:27
Promosi Parawisata, Gubernur Sulsel Libatkan KKSS Eropa

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sabtu 15 September 2018 menjadi momentum bersejarah bagi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Eropa (KKSSE) untuk menunjukkan eksistensi budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jerman.

Tahun ini panitia mengangkat tema ‘Pesona Sulsel’ dengan tujuan warga Jerman dapat mengenal dan menyaksikan langsung pesona alam dan budaya yang dimiliki Sulsel dengan harapan menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel.

Kegiatan ini dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Frankfurt Jerman, Tofery Primanda Soetikno, pengurus KKSSE, Nena Nurhaedah Temmarenreng (ketua), Sunarti Tutu (sekretaris), Rahmatiah (bendahara), pengurus KKSSE, dan warga KKSS di Perancis, Belanda, Jerman serta warga negara Jerman.

Jamaluddin Jahid mewakili ketua dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKSSE merupakan organisasi paguyuban yang telah terdaftar sebagai salah satu organisasi resmi di Perancis dalam bidang sosial dan budaya.

KKSSE dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan mempromosikan potensi budaya Sulsel di Eropa. Promosi yang dilakukan KKSSE masih relatif terbatas karena kekurangan sumber daya manusia bidang seni tari dan minimnya alat peraga budaya.

“Kita berharap Pemprov Sulsel dapat pembuat program penugasan tenaga terampil bidang seni tari untuk melatih putra-putri warga KKSSE. Program tersebut bertujuan untuk melahirkan tenaga terampil bidang seni dan tari yang akan tampil mempromosikan budaya Sulsel sepanjang waktu di seluruh negara di eropa,” kata Jamaluddin

“Harus dipahami bahwa promosi itu harus berkelanjutan, tepat sasaran dan efektif, memboyong group tari dan seni ke Eropa untuk tujuan promosi membutuhkan biaya tinggi dan tidak berkesimbungan,” lanjut Jamal Jahid mahasiswa S3 jurusan geografi pariwisata universitas Angers, Perancis.

Tofery Primanda Soetikno dalam sambutannya menyampaikan rasa salut dan bangga atas keberadaan organisasi KKSSE. Programnya sangat sejalan dengan program pemerintah khusus KJRI Frankfurt.

Beliau berharap KKSSE menjadi mediator bagi pemerintah di Sulsel untuk pengembangan budaya dan sdm yang dibutuhkan daerah. Pengembangan SDM bisa dilakukan dengan pengiriman tenaga ahli ke Sulsel atau sebaliknya warga sulsel yang datang ke Jerman.

Acara pesona¬† sulsel dimeriahkan dengan tarian paduppa, tari paggellu, prosesi pengantin adat sulsel, pagelaran busana, dan bazar kuliner (coto, songkolo mandoti, mie titi, es teler, baje, deppa te’tekan, baruasa, kanari, dan kopi kalosi Marasa) dan lagu daerah bugis, makassar, toraja dan mandar.

Kegiatan pesona Sulsel mendapat support dari Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. dan Ir. H. Muh.Thoriq Husler bupati Luwu Timur.

Gubernur akan melibatkan KKSSE dalam melakukan promosi pariwisata di benua Eropa. Program kerja KKSSE sejalan dengan lima program nyata pemerintah provinsi khusus pengembangan destinasi wisata andalan berkualitas internasional.

Setelah Perancis, Belanda, Jerman dan tahun depan di Swiss. Harapan ketua KKSSE bahwa Kegiatan promosi tahun depan sebaiknya kerjasama antara Pemprov Sulsel dan KKSSE. (*)


div>