KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Proses Lelang Lamban, Dewan akan Awasi Langsung Kinerja Dirut Perusda

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 21 September 2015 16:47

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bersikap tegas terhadap enam calon direksi Perusda. Diingatkan kepada para calon direksi, jika jadi memimpin namun tidak dapat memenuhi target pencapain dividen untuk Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Makassar, maka Dewan akan minta pencopotan jabatan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Amar Bustanul meminta agar Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto segera mengumumkan hasil lelang jabatan Direksi Perusda. Dia mengatakan, semestinya lelang tersebut segera diumumkan agar setelah dilakukan pelantikan, dewan bisa mengundang dirut tersebut agar mereka untuk mengenal lebih dekat para anggota dewan yang akan bermitra bersamanya.

“Kami memang menunggu hasilnya. Kalau saya sarankan, Walikota seharusnya memilih calon definitive yang mampu berkonsoledasi bersama kami guna melihat Makassar dua kali tambah baik,” ujar Amar Bustanul di ruang komisi DPRD Makassar, Senin (21/9).

Amar mengatakan, dirinya ingin melihat, calon yang terpilih dari direksi perusda benar-benar mampu memajukan kota makassar lebih baik lagi, serta menambah dividen dari sebelumnya yang tidak pernah mencapai target. Karena, katanya, hal itu mempengaruhi Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Makassar yang terus menurun.

“Kita ingin mereka yang telah menyatakan janjinya akan menambahkan dividen untuk Kota Makasssar dua sampai tiga kali lipat, dapat dibuktikan. Karena sesuai dengan peraturan daerah, omset yang disetor ke pemerintah sebanyak 50 persen sedangkan yang kemarin dari PDAM baru satu kali dalam masa kerjanya hanya menyetor Rp 5 Milliar,” ungkap Amar Bustanul.

Lanjut politisi Fraksi Gerindra ini juga menyatakan bahwa walikota sebaiknya segera menentukan salah satu calonnya direksi, sehingga dapat dilihat dulu setahun kinerja calon direksi. Jika dalam setahun kinerja calon direksi tidak menunjukkan kinerja atau pencapaian dividen tidak sesuai dengan janjinya saat fit and proper test, dewan akan merekomendasikan untuk dilakukan pencopotan jabatan.

“Kita lihat saja dulu setahun kinerjanya bagaimana, bisa tidak mereka bekerja dengan baik. Adapun nanti mereka tidak maksimal pencapaian dividennya, maka dewan sendiri akan melakukan rekomendasi pencopotan,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa dirinya menginginkan agar walikota dapat segera memilih saja dirut perusda, terlepas dari seluruh calon dan direksi perusda sendiri nanti akan dipilih, agar dan terlihat dengan jelas pencapaian mereka selama setahun kinerja, apakah sudah seimbang dan sudah efesien.

Terlebih lagi seluruh calon saat dilakukan fit and proper test, mereka sangat antusias dan menjanjikan pencapaian pendapatan 2 sampai 3 kali lipat, jika menduduki kursi lelang tersebut. “Saya berharap, ini bukan janji semata akan tetapi dapat terealisasi disetiap tahunnya,” ujar Amar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Makassar, Hasanuddin Leo meminta kepada walikota agar secepatnya melantik para direksi perusda agar tidak terjadi kekosongan. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta pada WaliKota untuk melakukan pengurangan karyawan secara bertahap pada seluruh perusda. Sebab belakangan ini karyawan saja yang banyak tetapi dividen untuk pemerintah kota sangat minim.

“Ini bagian dari hasil diskusi saya dengan Pak Danny, agar secepatnya menentukan calon direksi perusda, dan itu sudah lama saya katakan. Saya juga meminta agar mengambil tindakan dalam mengurangi jumlah karyawan di perusda, terutama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),” kata Hasanuddin.

Legislator dua periode ini menjelaskan, dengan jumlah karyawan yang mencapai 993 itu sangat besar, jika dibandingkan dengan perusahaan daerah lainnya yang ada di Indonesia. Pengurangan itu, kata Hasanuddin, perlu dilakukan terutama karena kerja-kerja karyawan PDAM saat ini tidak maksimal.


div>