MINGGU , 21 JANUARI 2018

Prostitusi Online, Jual Diri karena Ingin Tampil Keren

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 08 Mei 2017 15:27
Prostitusi Online, Jual Diri karena Ingin Tampil Keren

Ilustrasi.

JAKARTA – Kasus prostitusi online di Balikpapan, Kaltim, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Para korban diketahui terpaksa menjual diri lantaran faktor ekonomi.

Faktor ingin tampil keren dan kekinian, namun tak memiliki uang. Sehingga jalan pintas pun dilakukan. Mencari pelanggan pria hidung belang yang membutuhkan hasrat seksual.

Pengakuan Dina Agustina (22) sebagai mami, dua korban anak di bawah umur yang dia jajakan, memang meminta dicarikan ‘tamu’ pria. Ini salah satu kenakalan remaja yang berujung pidana. Dari awal hanya iseng-iseng akhirnya setelah menikmati keuntungan menjual temannya.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menguraikan, kejadian ini merupakan fenomena yang terjadi di kota metropolis. Sebagai bentuk kejahatan yang harus diwaspadai keluarga maupun masyarakat.

“Umumnya kasus ini dipicu dengan motif ekonomi. Jika hal ini dibiarkan, akan merusak generasi muda bangsa,” tuturnya. Diketahi, bisnis esek-esek ini terungkap di salah satu hotel bintang di Balikpapan, Rabu (3/5) malam.
Tersangka Dina Agustina yang berperan sebagai mami ditangkap petugas polisi wanita (polwan) yang menyamar.

Menurut Dina yang tak tamat sekolah menengah atas ini, dia berawal iseng-iseng menawarkan perempuan. Layaknya muncikari yang menawarkan melalui online. Selain itu, dua korban memang ingin dicarikan tamu pria. Hitung-hitung untuk menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari dan pergi ke mal.

[NEXT-RASUL]

Kepada penyidik, Dina mengaku baru menjual kedua korban itu. Sebut saja Cantik (16) siswi kelas 2 SMK di Balikpapan dan Manis (15) putus sekolah. Dina mengenal mereka melalui teman, saat berada di tempat hiburan malam (THM) dan karaoke. “Kenal kemudian iseng mencari pria yang butuh hasrat seks,” tuturnya.

Namun, penyidik tak begitu saja percaya pengakuan Dina. Saat ini pengembangan dilakukan guna menelusuri, dugaan ada ABG lain yang pernah dia tawarkan ke para pria.

Polisi juga memburu siapa penikmat anak di bawah umur itu. Sebab, meski tak ada hubungan seksual paksaan, namun pria tersebut terkena UU Perlindungan Anak, karena menyetubuhi.

Perempuan berambut sepunggung ini menuturkan, dia menawarkan melalui media sosial. seperti WeChat, WhatsApp, serta BlackBerry Messenger (BBM). “Sebelumnya kenal saja, setelah itu baru saya iseng menawarkan,” kata Dina.

Dari informasi di media online dan kabar mulut ke mulut yang sudah menggunakan jasa Mami Dina, pelanggannya sebelum memesan, dikirim beberapa foto. Setelah harga disepakati, Dina mengontak perempuan yang diinginkan pelanggan. Dia mengantar perempuan itu menuju sebuah hotel yang sudah dipesan si tamu.

Uang transaksi Rp2.800.000 dijadikan barang bukti telah terjadi penjualan anak di bawah umur. Selain uang tunai tadi, polisi menyita pula handphone. Di mana terdapat percakapan praktik prostitusi tersebut. “Dua perempuan disepakati Rp2.800.000,” tambah Ade.

Jasa tersebut untuk layanan short time. Dari harga tadi, kedua korban mendapatkan masing-masing Rp500 ribu, sisanya diberikan mami. (jpg)


div>