RABU , 23 MEI 2018

Proyek Kantor Kecamatan Sangkarrang Segera Dilelang

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 19 Maret 2018 11:00
Proyek Kantor Kecamatan Sangkarrang Segera Dilelang

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

MAKASAAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar masih menggenjot penyelesaian perencanaan pembangunan dan dokumen untuk melakukan pelelangan tiga kantor lurah dan satu kantor kecamatan. Rencananya di awal April sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Makassar untuk dilelang.

Tiga kantor kelurahan tersebut diantaranya kantor lurah Bakung, Laikang, dan Minasa Upa. Dimana ketiga kawasan tersebut masuk wilayah pemekaran dari tiap kecamatan dan satu kantor Kecamatan Sangkarrang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Anshar mengatakan bahwa pihaknya masih menyelesaikan perencanaan dan proses perampungan dokumen untuk lelang pembangunan tiga kantor kelurahan dan 1 kantor kecamatan.

“Saya usahakan pekan depan sudah selesai dan bulan ini sudah diserahkan ke ULP untuk dilelang, jadi awal bulan sudah siap dilelang,” kata Anshar, Minggu (18/3) kemarin.

Ia mengatakan, proses pembangunan kantor baru tersebut membutuhkan alas hak untuk segera dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan. “Kita minta untuk lurah dan camat menunjuk lokasi agar kita tahu dimana posisinya yang akan dibangun. Rata-rata mereka menujuk fasum untuk dibangun gedung baru tersebut,” ucap Muh Anshar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PU Makassar, Zuhaelsi mengatakan bahwa pembangunan tiga kantor lurah dan satu kantor kecamatan masih tahap perencanaan, kendati demikian pihaknya mengupayakan awal bulan depan sudah bisa dilelang oleh ULP.
“Saat ini masih dalam tahan perencanaan, kalau selesai kita cepat tender, dan awal bulan kita terget sudah dilelang,” kata Elsi, sapaan Akrab Zuhaelsi.

Ia mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan oleh Dinas PU melalui APBD Pokok 2018 untuk setiap kantor lurah mencapai Rp 1,2 miliar sementara untuk pembangunan Kantor Kecamatan Sangkarrang mencapai Rp 3,5 miliar.

“Semuanya sudah lengkap tetap masuh ada yang belum jadi kita tunggu,” jelas Zuhaelsi. (*)


div>