MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Proyek Lampu Jalan Polman Diduga Direkayasa

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Senin , 22 Januari 2018 12:20
Proyek Lampu Jalan Polman Diduga Direkayasa

Ilustrasi. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mengendus adanya dugaan rekayasa dalam proyek pengadaan lampu jalan bertenaga surya di 144 desa di Kabupaten Polman yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2015 hingga tahun 2017, dengan total anggaran sebesar Rp 52 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, menuturkan dari data dokumen yang dikantongi pihaknya, diduga selain ada indikasi mark up, diduga juga ada indikasi rekayasa dan monopoli dalam proyek tersebut.

“Pasalnya dari data laporan yang kami kantongi, yang mengadakan lampu jalan itu diduga hanya diadakan oleh satu orang saja,” ujar Salahuddin, Minggu (21/1) kemarin.

Perusahan-perusahan rekanan pelaksana proyek tersebut diduga hanya berstatus pinjam pakai, agar bisa mengikuti proses lelang. Namun yang mengadakan lampu jalan tersebut, hanya satu orang rekanan saja.

“Tapi data itu kan belum bisa diterima mentah-mentah. Kita tentu harus mengklarifikasinya kepada pihak-pihak terkait, guna memastikan benar tidaknya dugaan tersebut,” cetusnya.

Hanya saja Salahuddin belum bisa memastikan kapan tim penyelidik akan menjadwalkan pemanggilan pihak-pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp4,6 miliar untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polman dan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Tahun 2016 Pemkab Polman melalui Dinas Kesehatan menganggarkan kembali proyek tersebut sebesar Rp889 juta dengan rekanan CV Barman. Serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp7 miliar dengan rekanan PT Alif Pratama, juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp16 miliar.

Sedangkan tahun 2017 melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Polman kembali lagi mengadakan proyek lampu jalan tersebut sebesar Rp188 juta dan melalui Setda Pemkab sebesar Rp8,9 miliar yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp13 miliar. (*)


div>