KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Proyek Pujasera Mandek, Dewan Tuding Rekanan Tidak Kantongi Kontrak

Reporter:

Atho

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Juli 2018 15:30
Proyek Pujasera Mandek, Dewan Tuding Rekanan Tidak Kantongi Kontrak

Anggota Komisi III, Abdul Rauf berdiskusi dengan Kepala Dinas Tata ruang, Sudirman, saat Reses Dapil I DPRD Pangkep. Reses ini dewan mempertanyakan proyel mangkrak di Pangkep, khususnya pembangunan pujasera Pangkep.(Atho/RakyatSulsel)

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Bangunan mangkrak dan proyek bermasalah disoroti sejumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep. Legislator mendesak pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep segera menuntaskan sejumlah proyek mandek tersebut.

Salah satu proyek pembangunan yang menjadi sorotan dewan adalah pembangunan pujasera yang berada di eks terminal lama Pangkep, dewan menuding ada miskomunikasi antara pejabat pembuat komitmen dengan pihak pemenang tender.

Ini terbukti saat sejumlah Legislator Daerah Pemilihan I (Pangkajene, Minasatene, dan Balocci), menggelar reses, Senin (23/07).

“Masalahnya disini rekanan yang mengerjakan terlalu percaya diri, tidak memenuhi syarat tetap dikerjakan, sementara perusahaan miliknya tidak memenuhi syarat, hanya karena dia pendaftar tunggal, ini mau kita telusuri kontraknya,” ungkap Legislator PAN, Abdul Rauf.

Terpisah, Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Sofyan Razak menuturkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memediasi pertemuan antara pihak pemerintah dalam hal ini Dinas PU sebagai pemilik proyek dengan rekanan lama.

“Kita minta segera dituntaskan akan kita mediasi, antara pemenang lama dengan pemenang tender baru nanti, lantaran pemenang pertama telah mengerjakan proyek, namun diperjalanan tersendat”, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Pangkep, Sudirman yang ikut mendampingi reses anggota DPRD tidak tahu permasalahan dari proyek pujasera tersebut, lantaran dirinya belum menjabat saat proyek tersebut berjalan.

“Yang pasti tidak ada rekanan di Pangkep yang bersyarat bila berbicara soal konstruksi, perkara ini kita tidak tahu pasti, karena saya belum menjabat waktu itu”, singkat Sudirman.

Diketahui proyek pujasera Pangkep merupakan proyek tahun 2017 yang hingga saat ini terbengkalai, sementara diketahui gedung yang mangkrak tersebut sudah menelan biaya hingga kurang lebih Rp 600 juta yang dibiayai oleh rekanan lama dan mengklaim proyek tersebut. (*)


div>