SENIN , 10 DESEMBER 2018

Proyek Smart Library Tidak Jelas

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 02 Juli 2018 10:00
Proyek Smart Library Tidak Jelas

kantor balaikota (ist)

*Dianggarkan 2017, Hingga Triwulan Kedua 2018 Tak Kunjung Dilelang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proyek Smart library yang menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai dipertanyakan. Pasalnya, hingga triwulan kedua program ini belum juga di lelang padahal sudah dianggarkan sejak tahun lalu, hanya saja gagal terealisasi.

Padahal proyek tersebut masuk dalam program untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anak didik, guru bahkan kepala sekolah dengan sistem teknologi yang digadang-gadang setara dengan sistem pembelajaran luar negeri.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Makassar, Linda mengatakan bahwa program smart library saat ini sudah dalam tahap perencanaan, bahkan kajiannya sudah mencapai 70 persen.

Kata dia, ada beberapa hal yang perlu di kaji secara teknis. Misalnya, melihat kondisi masing-masing sekolah, sehingga tidak bisa asal survey karena kedepan akan ada yang di bongkar, di paving dan ditimbun.

“Kajiannya sudah mencapai 70 persen, sekarang sudah di tim teknismi. Kendalanya kemarin harga bahan, tapi itukan sudah ada sementara kita melakukan penyesuaian,” ujar Linda, Minggu (1/7).
Ia menyebutkan smart library yang di konsep terintegrasi langsung dengan kantin ini akan di bangun di sembilan sekolah. Perencanannya juga diharapkan bisa secepatnya rampung untuk segera diusul ke LPSE.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Hasbi mengaku optimistis pembangunan smart library bisa terealisasi tahun ini. Pasalnya, pihaknya saat ini sementara menyusun perencanaannya agar bisa secepatnya di tender.

“Insya Allah bulan ini (tender). Inikan desain khusus, sehingga tidak semua bisa memahami itu, jadi ada konsultan khusus yang mendesain itu sehingga modelnya nanti menjadi rujukan bagi sekolah lain nanti,” jelas Hasbi.

Ia juga sudah mendesak bidang teknisnya untuk mempercepat proses ini lantaran sudah memasuki triwulan kedua.

“Saya juga sudah meminta kepada bidang sarana dan prasarana untuk menyegerakan ini karena sudah masuk triwulan kedua sehingga harus dipercepat,” ujarnya.

Sekedar informasi, Smart Library ini rencananya akan dipadupadankan dengan program Smart Canteen dan akan dibangun di 30 sekolah yang ada di Kota Makassar.

Konsepnya berlantai tiga, perpustakaan berada di lantai dasar, ruang baca di lantai dua dan kantin di lantai tiga. Kata dia, Smart Library merupakan sistem perpustakaan digital yang sifatnya lebih santai. Artinya, pengunjung bisa belajar, membaca buku melalui komputer yang disediakan oleh Disdik.

Sementara, Smart Canteen merupakan upaya pemerintah kota untuk menyajikan makanan yang bergizi kepada seluruh peserta didik. Artinya bagaimana peserta didik bisa menjaga pola makan maupun asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh sebagai mutu peningkatan kecerdasan anak.
Dana yang digelontorkan sekitar Rp29 miliar, yaitu dari APBD Pokok 2018 dan Dana Intensif Daerah (DID) untuk pendidikan.

Informasi yang dihimpun, Disdik Kota Makassar mendapatkan alokasi anggaran terbesar di APBD Pokok 2018 sekitar 22,42 persen dari total belanja daerah Rp4,07 triliun, atau sekitar Rp913,68 miliar. Masing-masing di rincikan Rp652,54 miliar untuk belanja tidak langsung dan Rp261,14 miliar belanja langsung. (*)


div>