SENIN , 23 JULI 2018

PSBM ke-18, Dibuka JK, Bertabur Tokoh Nasional

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 20 Juni 2018 12:30
PSBM ke-18, Dibuka JK, Bertabur Tokoh Nasional

Panitia PSBM ke-18 sata audiens bersama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, belum lama ini. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan akan membuka hajatan akbar Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-18 di Grand Clarion Hotel and Convention, pada 23-24 Juni mendatang.

Pertemuan antar sesama Saudagar Bugis Makassar itu berlangsung selama dua hari dan mengusung tema “Bersinergi untuk Negeri”. Tidak kurang dari 1.500 Saudagar Bugis – Makassar akan hadir, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Seperti Korea Selatan, Amerika, Mesir, Malaysia, Prancis, Arab Saudi dan Australia.

“Insya Allah PSBM ke 18 ini akan dibuka pak JK,” ujar Ketua Panitia Pelaksana PSBM, Andi Rukman N Karumpa.

Selain Jusuf Kalla yang akan membuka acara tersebut, tokoh nasional berdarah Bugis-Makassar yang dipastikan hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Wakil Kepala Kepolisian Negara RI (Wakapolri), Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, Menteri Sosial, Idrus Marham, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Politisi Hanura, Oesman Sapta Odang.

Kemudian, Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar, Owner PT Bali Maspindjinra (BMC), Masrur Makmur La Tanro dan pengusaha Erwin Aksa, Abd Gafur Mas’ud dan Budi Harta Winata. “Meraka sekaligus akan menjadi pembicara dalam kegiatan itu,” tambah Andi Rukman.

Andi Rukman menambahkan, PSBM ke 18 itu juga bakal menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertimbangan banyaknya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang juga melibatkan saudagar, menjadi dasar mendatangkan KPK guna memberikan arahan agar kepala daerah dan pelaku bisnis terhindar melakukan korupsi dan penyuapan.

Lebih jauh Andi Rukman mengatakan, PSBM ini bertujuan untuk membangun kembali spirit-spirit dalam menciptakan pelaku-pelaku usaha baru. “Bisa dibayangkan, jika seluruh komoditi-komoditi yang ada di Sulsel dikerjakan dan digarap Saudagar di seluruh Indonesia, maka Multiplier Effect pasti akan besar,” jelasnya.

Penjabat Gubernur (Pj) Sulsel, Soni Sumarsono berharap acara ini juga dapat mendorong dan memotivasi generasi muda Indonesia Sulsel untuk menjadi saudagar sukses seperti para pendahulu.
“Semoga mereka kaum muda bisa Sukses seperti senior-seniornya. Selamat datang dan selamat bersilaturahim,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan bahwa pihaknya siap dan turut andil dalam penyelenggaran PSBM itu.

“Prinsipnya Pemerinta Kota Makassar menunggu perintah dari para orang tua kita dan kita harus menyukseskan lebih baik dari penyelenggaran sebelumnya,” ujar Danny Pomanto.

Danny mengatakan bahwa pihaknya berencana akan menjamu seluruh para pengusaha asal Sulsel tersebut di Anjungan Pantai Losari.

Sekadar diketahui, PSBM digagas pertama kali oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama dua sahabat HM Alwi Hamu dan M Aksa Mahmud pada tahun 1994. Dari ketiga sekawan ini, mereka hanya berbeda setahun jarak kelahiran, JK lahir 15 Mei 1942, Alwi Hamu, 28 Juli 1944, dan Aksa, 16 Juli 1945. JK selalu didaulat sebagai komandan, bos atau ketua, sementara Alwi dan Aksa berbagi tugas, sekretaris atau anggota.

Ketiganya pun kemudian memiliki core business (induk) bisnis yang berbeda, kendati hubungan mereka terus perpelihara. JK memilih konstruksi di bawah bendera Bumi Karsa dan Bukaka, dealer mobil, Toyota, mall, dan lain-lain.

Sementara Aksa memilih industri perikanan, perkebunan, dealer mobil, Mitsubitsi, perhotelan, industri semen, rumah sakit, jalan tol dan lain-lain. Adapun Alwi memilih bisnis media, Jawa Pos, Fajar Group, Radar, hotel, dan sedang merintis industri semen.

Ketiganya telah memiliki simbol gedung pencakar langit di Kota Makassar. Alwi yang mulai membangun Graha Pena di kawasan by pass Sumuharjo, menyusul JK dengan Wisma Kalla di Jalan Sudirman dan Aksa Mahmud dengan Menara Bosowanya di samping Lapangan Karebosi.

Ketika JK memasuki dan merasa nyaman di dunia politik, Aksa dan Alwi pun ikut digandeng. Aksa sebagai juru temu dan lobi dengan mitra koalisi, dan Alwi sebagai juru media dan staf khusus. (*)


div>