Senin, 29 Mei 2017

PSM Harus Manfaatkan, Lini Belakang Sriwijaya FC Kehilangan Figur Pemimpin

Rabu , 17 Mei 2017 20:54
Penulis :
Editor   : Ashar Abdullah
obby Satria tak memiliki karakter pemimpin seperti yang dibutuhkan Sriwijaya FC di lini belakang. (Kris Samiaji/Sumeks)
obby Satria tak memiliki karakter pemimpin seperti yang dibutuhkan Sriwijaya FC di lini belakang. (Kris Samiaji/Sumeks)
RAKYATSULSEL.COM - Lini pertahanan jadi prioritas perbaikan Sriwijaya FC jelang lawatan ke markas PSM Makassar, Minggu (21/5). Disebutkan, lini belakang Laskar Wong Kito saat ini kehilangan figur pemimpin.

Jika dilihat dari performa statistik, lini belakang Sriwijaya FC memang sedikit bermasalah. Meski subur di lini depan dengan torehan 8 gol, tim jersey kuning juga kedodoran pertahanan. Gawang Teja Paku Alam sudah tujuh kali kebobolan.

Keroposnya lini pertahanan skuat Jakabaring tidak lain karena tidak adanya sosok leadership. Jika flasback, kokohnya lini pertahanan Sriwijaya FC, tidak telepas karena ada satu sosok pemain senior sebagai pemimpin.

Musim kejayaan 2007-2008 kala meraih gelar juara Liga Indonesia dan Piala Indonesia, pertahanan dikomandoi Charis Yulianto. Sosok yang selalu jadi panutan di lini belakang. Begitu juga kala menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, sosok Thierry Gathuesi menjadi cukup disegani.

Musim 2017, kompoisi lini pertahanan anak asuh Osvaldo Lessa belum begitu greget. Duet Yanto Basna-Firdaus Ramadhan, atau Yanto Basna-Bobby Satria dianggap biasa saja. Bio Paulin Pierre bisa jadi leader namun masih terkendala cedera.

Ditanya mengenai hal ini, Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan juga tak membantahnya. "Kalau dibilang pengaruh, ya pasti ada. Memang harusnya ada satu pemain yang punya tipikal leader di posisi belakang," ujarnya.

"Sebenarnya kami punya harapan, peran ini bisa digantikan oleh Bio Paulin. Tetapi, kami tidak bisa apa-apa, karena Bio masih cedera," tambahnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*