SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

PSM Mengenang 91 Tahun Kepergian Ramang

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 27 April 2017 10:58
PSM Mengenang 91 Tahun Kepergian Ramang

Diharapkan akan muncul generasi penerus Ramang dari pembinaan di PSM Makassar. (Tawakkal Basri/Fajar)

RAKYATSULSEL.COM – Senin (24/4) diperingati masyarakat pencinta PSM sebagai hari lahir Ramang, legenda sepak bola dari Makassar. Kehebatannya dalam mengolah si kulit bulat di lapangan hijau telah mencatatkan namanya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa di Indonesia.

Bukan hanya skill-nya. Tetapi, displin dan semangat nasionalisme saat membela timnas Indonesia selalu menggelora di dalam dadanya. Hanya satu tujuan, menang dan mengharumkan nama bangsa dan daerah. Buktinya, ada 26 gol yang disumbangkannya untuk timnas.

Bukti kepiawaiannya kala Timnas Indonesia menjamu RRC (Tiongkok) di Stadion Gelora Bung Karno. Dari dua gol yang lahir dari sepakannya, tendangan salto yang paling spektakuler. Gol yang membuktikan ia kualitasnya sebagai seorang pesepak bola.

Hingga saat ini, namanya pun masih diagung-agungkan. Akan tetapi, berbeda jauh dengan perhatian yang diberikan. Pemerintah boleh saja membangun patung megah di Anjungan Pantai Losari, akan tetapi itu belum cukup. Masih banyak yang dilupakan.

“Selamat hari lahir buat sang legenda. 91 tahun. Saya harap pemerintah atau manajemen PSM bisa memberi sedikit perhatian untuk makam beliau. Ada sedikit kerusakan. Sebagai legenda idealnya makamnya lebih layak. Ia pahlawan olah raga,” harap Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma.

Mantan pelatih PSM, Syamsudin Umar mengaku sosok Ramang memang sudah menjadi ikon sepak bola Makassar. Seorang pahlawan sepak bola dan kebanggaan masyarakat Sulsel. Meski telah tiada, sosoknya tetap menjadi sumber motivasi para pesepak bola.

Diakuinya, saat dilatih Ramang (almarhum), terekam jelas dalam dirinya ia sosok yang memberikan semangat untuk selalu berjuang. Tidak ada hasil yang bisa diraih tanpa kerja keras. Karena itu, ia berharap pada hari jadinya ada apresiasi dan doa untuknya.

“Semoga kita semua sebagai pencinta sepak bola Makassar selalu dijadikan satu simbol bagaimana kita jangan berhenti mengurus sepak bola untuk Makassar,” pintanya.

Cucu Ramang, Ady menambahkan, kalangan keluarganya berharap akan lahir the next Ramang. Caranya dengan membentuk sekolah (akademi) sepak bola yang berjenjang agar mencetak generasi terdidik.

“Kedepan, PSM tentu tidak lagi mencari pemain luar. Kita merindukan putra daerah dalam mengawal sepak bola kita ke depan. Saya yakin ada banyak bibit-bibit yang siap dibina untuk menjadi The Next Ramang,” yakinnya.


div>