RABU , 12 DESEMBER 2018

PSMTI Ajak Simpatisan Ahok Jaga Keharmonisan

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

doelbeckz

Senin , 15 Mei 2017 10:08
PSMTI Ajak Simpatisan Ahok Jaga Keharmonisan

Ketua PSMTI Sulsel, Wilianto Tanta. foto: net

MAKASSAR, RAKSUL – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan, Wilianto Tanta turut angkat bicara menyikapi dinamika politik nasional terkait kasus Basuki Tjahya Purnama alias Ahok.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Makassar, terkhusus kepada teman-teman yang simpati kepada Ahok, untuk bisa menahan diri dan mengedepankan upaya menjaga keharmonisan,” ujar Wilianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/5).

Menurut Wilianto, keharmonisan yang terjalin di Makassar selama ini adalah harta yang tak ternilai harganya. Sehingga semua golongan harus terus menjaga dan meningkatkannya.

“Keharmonisan dalam keberagaman kita di Makassar itu adalah milik kita semua, milik semua golongan. Maka kewajiban kita untuk terus menjaganya juga menjadi tanggung jawab semua golongan,” imbaunya diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (15/5).

Atas kesadaran itulah, Wilianto selaku Ketua PSMTI Sulsel meminta agar segala bentuk pernyataan sikap bisa dilaksanakan tanpa menyinggung pihak lain, dan tidak provokatif.

“PSMTI tidak pernah mengimbau dan meminta digelar aksi-aksi yang berpotensi merusak kerukunan. Dan terkait aksi di Pantai Losari, Sabtu malam, 13 Mei 2017, jika ada yang merasa tidak berkenan, semoga bisa segera dilupakan sebagai itikad baik menjaga kerukunan kita,” harapnya.

Selain itu, PSMTI juga meminta semua pihak agar selalu waspada akan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab dan berniat merusak kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin selama ini.

[NEXT-RASUL]

“Assalamu Alaikum dan kesuksesan semoga menaungi kita semua. Kita kuat jika bergandengan tangan menjaga kebersamaan ini,” tutupnya.

Sebelumnya, massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Non Aktif Basuki Tjahja Purnama menggelar aksi bakar lilin di Makassar, Sabtu (13/5) malam.

Massa yang berkumpul di depan RS Stella Maris, Jl Penghibur, sambil membawa lilin yang akan dinyalakan, mendapat penolakan dari sejumlah organisasi massa, kelompok pemuda, dan mahasiswa. (***)

 


div>