KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

PT 4 Persen, Parpol Tak Boleh Santai

Reporter:

Fahrullah - Suryadi - Iskanto

Editor:

Lukman

Selasa , 14 Agustus 2018 12:40
PT 4 Persen, Parpol Tak Boleh Santai

Pengurus parpol usai pencabutan nomor urut beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg), partai politik (Parpol) mulai bergerak memanaskan mesin partai. Apalagi, parpol mesti mengejar target Presidential Treshold (PT) 4 persen tentu bukanlah perkara yang mudah.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengaku sangat optimis partainya akan melampaui syarat PT 4 persen tersebut. Apalagi, dengan kekuatan para Calegnya yang merata dan diyakini dapat meraup suara yang baik di masyarakat.

“Suara kami kemarin di Sulsel melebihi itu kan, jadi mempertahankan saja sudah bagus. Tapi kami kan mau meningkatkan, apalagi dengan komposisi Caleg yang bagus, tidak ada maha bintang yang ada bintang-bintang,” kata Rudy.

Menurutnya, DPD PDIP Sulsel sudah sejak lama melakukan konsolidasi pemenangan pada Pileg mendatang. Saat ini, kata dia, tinggal Calegnya bergerak di masyarakat sesuai dengan arahan dan tatacara yang telah diberikan oleh PDIP.

“Dengan komposisi seperti itu semua memiliki ruang untuk bergerak. Dan konsolidasi organisasi yang sudah tuntas selama tiga tahun ini permudah target kita. Kerja-kerja ideologi sudah jalan sekarang kerja-kerja Caleg,” jelasnya.

Rudy menegaskan, bukan lagi soal PT 4 persen yang menjadi masalah, PDI Perjungan menargetkan posisi tiga besar di Sulsel. Sehingga, kata dia, pemantapan Caleg terus dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ada.

“Caleg tentu harus menahan diri dulu sampai tanggal 23 September dimana disitulah diputuskan mulai kampanye. Jadi saat ini kami mengarahkan Caleg mempersiapkan metodenya, tatacaranya. Setelah itu kita akan lakukan pembekalan Caleg, setelah itu kita harapkan langsung bergerak calegnya,” ungkapnya.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir mengatakan, pasca pengumuman Daftar Caleg Sementara (DCS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Golkar mulai panaskan mesin partai dengan melakukan konsolidasi menyeluruh.

Pembahasan dalam kegiatan itu, kata dia, adalah mengahadapi Pileg serta Pemilihan Presiden (Pilpres). Karena itu, menghadapi hajatan tersebut, kader Golkar dibekali dengan teknis dan mekanisme yang berlaku sesuai ketentuan partai.

“Tentu melalui konsolidasi, tujuan untuk meraih suara kursi sesuai target PT 4 persen akan tercapai,” kata Abdillah.

Ia mengaskan, Partai Golkar sangat optimis meraih tambahan kursi pada Pileg 2019 mendatang. Ia meminta kader juga bisa memaksimalkan berbagai hal untuk menggapai kursi di parlemen.

“Pileg 2014 kursi di DPRD Sulsel 18. Kalau 2019 bisa naik 27. Sedangkan DPRD naik 2 kali lipat,” ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syamsu Rizal mengatakan Sulsel merupakan lumbung suara Partai Golkar. Kedepan, pihaknya akan maraton dalam pembekalan. “Kita juga minta klaim dan target masing-masing caleg,” katanya.

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan, saat ini belum menginturksikan Bacaleg-nya untuk bergerak melakukan sosialisasi.

Karena, kata dia, pihaknya lebih fokus untuk administrasi Bacaleg. “Saat ini kita lebih fokus mengawasi kelengkapan adminisrasi dan Alhamuddulilah semuanya lengkap,” kata Selle.

Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel ini mengaku pihaknya baru akan mengumpulkan kader setelah ada Daftar Calon Tetap (DCT). Alasannya, pihaknya tidak ingin mengecewakan kadernya jika setelah Bimbingan Teknis (Bimtek) tetapi KPU mencoret mereka sebagai DCT.

“Untuk di partai pembekalan Caleg setelah DCT. Karena saat ini kita menunggu tanggapan dari masyarakat jangan sampai ada Caleg kita dikomplain,” tuturnya.

Adapun untuk target 4 persen yang telah ditentukan oleh KPU RI, Selle mengatakan hal itu salah satu target yang diberikan oleh DPP Demokrat agar bisa mendapatkan kemenangan yang sangat signifikikan disetiap daerah.

“4 persen untuk Pilpres. Kalau DPP kita ditargetkan 15 persen, untuk semua event politik, baik lokal maupun serentak. Alhamudulillah pada Pilkada lalu kita melebihi target. Dari 12 kabupaten/kota, 10 diantaranya usungan kita menang,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya sangat optimis bisa memperoleh suara melebihi yang ditentukan DPP Demokrat. Alasannya, pada Pileg 2014 lalu partainya mampu memperoleh 11 kursi dengan pemenang kedua setelah Partai Golkar di Sulsel.

“Optimis bisa mencapai peroleh suara legislatif 15 persen. Ini sudah teruji pada Pileg 2014 kemarin. Kita adalah partai pemenang kedua mendapatkan suara terbanyak dan kita berupaya bisa mendapatkan lebih banyak,” pungkasnya.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan, bukan persoalan mudah bagi partai politik untuk mencapai PT 4 persen. Perlu strategi dan komposisi Caleg yang memang benar-benar matang terutama partai politik yang baru akan diuji pada Pileg nanti.

“Partai politik perlu strategi dalam capai target itu terutama bagi partai baru yang belum memiliki basis yang kuat,” kata Firdaus.

Disisi lain, partai politik lama pun demikian, mesti memiliki basis kuat dan terstruktur. Sehingga pemenangan di Pileg nanti dapat berjalan dengan baik. “Partai lama juga demikian, harus jaga basis bahkan perlu ekspansi. Kekuatannya diantaranya melalui para Caleg mereka,” pungkasnya. (*)


div>