KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

PT Boskalis Internasional Indonesia Pemenang Tender Proyek CPI

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 30 Maret 2017 21:05
PT Boskalis Internasional Indonesia Pemenang Tender Proyek CPI

Kawasan Centre Point of Indonesia di Makassar. foto: Dok/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Boskalis Internasional Indonesia akhirnya berhasil menjadi pemenang tender proyek reklamasi kawasan Centre Point of Indonesia, setelah menyisihkan 6 kontraktor lainnya.

Penandatangan kontrak pekerjaan reklamasi Proyek Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar antara KSO Ciputra Yasmin dengan PT Boskalis Internasional Indonesia, di Gedung DBS Tower Lt 39 – Ciputra World 1, Jakarta, pada tanggal 24 Maret 2016 lalu.

Asosiate Direktur PT Ciputra, Sinyo Pelealu mengatakan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Boskalis dalam fase persiapan sejak kontrak ditandatangani hingga saat ini.

“Membuat Detail Engineering Design (DED) yang saat ini sudah mencapai progress 95 persen. Sebagaimana telah dijelaskan pada kesempatan sebelumnya, jenis kontrak yang disepakati pada proyek ini adalah “Design and Build”. Oleh sebab itu, setelah memenangkan tender, boskalis wajib melakukan pekerjaan survey ulang yang lebih lengkap dan akurat, menganalisa kembali perhitungan-perhitungan sebelumnya secara lebih detail, sebagai syarat untuk menghasilkan DED yang memenuhi standar reklamasi internasional,” ujarnya saat ditemui, Kamis (30/3).

Ia menjelaskan, pihaknya mengajukan perizinan pekerjaan reklamasi yang terdiri dari Surat Izin Kerja Reklamasi (SIKR), Surat Izin Kerja Keruk (SIKK), Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA), Surat Izin Impor Kapal Asing (SIIKA), Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi Pasir Laut (IUP OP).

[NEXT-RASUL]

“Diantaranya surat perizinan itu, masih ada dalam tahan proses seperti IPKA dan SIIKA ditargetkan di bulan April 2017 mendatang sudah selesai. Bahkan, pembersihan ranjau peninggalan perang dunia II di lokasi reklamasi, bekerja sama dengan TNI angkatan laut RI, Mobilisasi peralatan penunjang pekerjaan reklamasi, mobilisasi peralatan penunjang pekerjaan reklamasi, mobilisasi tenaga kerja profesional asing maupun lokal dan sebagainya,” akunya.

Ia mengatakan, proses evaluasi perizinan tersebut juga harus melalui beberapa kali pelaksanaan survey langsung di lapangan untuk memastikan koordinat wilayah kerja pengerukan maupun penimbunan,”Termasuk survey pendeteksian ranjau yang berakhir dengan peledakan langsung di beberapa titik lokasi sumber material pasir laut maupun di area reklamasi depan pantai losari,” ungkapnya.

Adapun kapal keruk yang akan dipakai pada proyek ini adalah jenis trailing suction hopper dredger (TSHD) Fairway dengan kapasitas 35.500 m3, yang saat ini sudah berads di Singapura dan akan tiba di Makassar pada bulan Mei 2017 mendatang.

“Area Reklamasi yang akan menjadi milik pemerintah Provinsi Sulsel seluas 50,47 ha, termasuk didalamnya lahan tanah tumbuh dan pantai pasir putih akan menjadi prioritas utama yang akan dilaksanakan segera oleh boskalis, dengan target penyelesaian bulan April 2018 mendatang,” tandasnya. (Rrs)


div>