RABU , 19 SEPTEMBER 2018

PT Conch Dianggap Belum Layak Beroperasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 14 Maret 2017 12:14
PT Conch Dianggap Belum Layak Beroperasi

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Conch, pabrik semen yang bertempat di Kabupaten Barru dinilai belum layak operasi. Pasalnya, masih ada beberapa syarat yang belum dilengkapi perusahaan asal Tiongkok, China ini, untuk mendirikan perusahaan atau pabrik.

Adapun beberapa syarat-syarat untuk mendirikan perusahaan tersebut, yang belum dipenuhi, yakni belum mengantongi izin administrasi, izin investasi dari Dinas Penanaman Modal Daerah (PMD) setempat (Kabupaten Barru) maupun Provinsi Sulsel, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, dan belum melaporkan jumlah tenaga asing yang digunakan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Asmanto Baso Lewa, mengakui, PT Conch belum memasukkan laporan administrasi terkait jumlah tenaga kerja asing yang dipekerjakan di pabrik tersebut.

“Belum ada masuk di Kesbang. Terkait tenaga kerja asing, harus punya prosedur, jika ilegal tentu kita akan tindak lanjuti dengan imigrasi,” kata Asmanto diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (14/3).

Kepala Dinas PMD Provinsi Sulsel, Muh Yamin, menuturkan, sudah mengundang pihak perusahaan tersebut untuk mengadakan rapat agar bisa mendaptkan izin dari pusat

“Belum, mereka belum ada izinnya harusnya izin dari pusat dulu. Kami sudah agendakan rapat bersama PT Conch sebanyak dua kali tapi tidak pernah hadir,” jelasnya.

Kepala PLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, Taufik Mustafa, mengatakan, belum mengetahui kepastian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dimiliki PT Conch. Namun, laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru mengatakan, PT Conch tak pernah mengantongi izin Amdal meskipun Surat Keputusan (SK) kelayakan penertiban Amdal sudah terbit. Padahal, secara hukum, izin IMB harus disertai dengan Amdal secara bersamaan.

[NEXT-RASUL]

“SK kelayakan memang sudah terbit. Tapi hanya SK-nya saja. Tinggal izinnya yang dikelola Dinas Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja,” tuturnya.

Padahal, kata Taufik, PT Conch sudah disegel pemerintah daerah, beberapa waktu lalu. Namun, penyegelan ini diacuhkan PT Conch. Bahkan, PT Conch masih beroperasi hingga detik ini. “Ini juga jadi pertanyaan. Sudah disegel, tapi masih beroperasi,” ungkapnya.

PT Conch sendiri akan membangun Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pabrik semen di Kelurahan Mangempang dan Kelurahan Sepee di atas lahan seluas 40 Hektare yang sudah dibebaskan. (***)


div>