SELASA , 22 MEI 2018

PT Pelni Optimistis Kelonjakan Penumpang di Idul Fitri Akan Teratasi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Mei 2017 18:21
PT Pelni Optimistis Kelonjakan Penumpang di Idul Fitri Akan Teratasi

Ilustrasi. Foto: Reza/ RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sisa 10 hari datangnya bulan suci Ramadhan, permintaan tiket akan semakin melonjak apalagi pasca Hari Raya Idul Fitri. Olehnya itu, PT Pelni yakin jika stok tiket saat aman. Bahkan akan menambahkan armada.

Diketahui, sewaktu menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2016 lalu, sejumlah penumpang terlantar lantaran kelebihan muatan atau membludak sehingga pihaknya akan mengantisipasi beberapa hal selama bulan suci Ramadhan, Idul Fitri dan Tahun Baru.

Terkait hal itu, Kepala Operasi PT Pelni, Samto, mengungkapkan stok tiket selama bulan Ramadhan aman. Bahkan pihaknya akan melakukan penambahan armada.

“Stok tiket saat ini banyak sekali dan aman. Apalagi menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri pasti akan bertambah, maka dari itu, mungkin kita akan menambah armada lagi,” kata Samto saat ditemui di Dermaga Pelabuhan, Jalan Nusantara, Makassar, Rabu (17/5).

Ia menuturkan, sebanyak 16 unit kapal beroperasi selama bulan suci Ramadhan dan tahun baru. Bahkan, ada beberapa yang sudah masuk melayani.

“Ke 16 unit kapal itu termasuk perintis dan jetliner jika mendadak. Kemarin, kami ngobrol bersama divisi operasi, disitu kita sudah persiapkan penambahan armada. Kalau ada kurang kita tambah lagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah merencanakan akan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam rangka pelayanan sebelum lebaran dan tahun baru.

[NEXT-RASUL]
“Kalau pihak TNI memang biasanya di ambil sebelum kita melayani. Dan itu selalu dibahas didalam rapat,” terangnya.

Ia menyebutkan, di periode tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 48 ribu. Namun untuk tahun ini di perkirakan jumlah penumpangnya sama bahkan akan melonjak.

Dirinya pun mengaku tak ada tarif khusus yang disediakan buat penumpang. “Untuk target penumpangnya sama dengan tahun lalu, 48 ribu. Dan tidak ada tarif khusus, semua tarif normal saja,” jelas Samto.


div>