• Rabu, 22 Oktober 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

PT Prisma Karun Energi-PLN Garap Listrik Minihydro

Sabtu , 04 Agustus 2012 09:29
Total Pembaca : 573 Views

Baca juga

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – PT Prisma Karun Energy bersama investor asal Malaysia Prisma Karun SdnBhd menggaet PLN Sulawesi Selatan , Barat, dan Tenggara (Sultanbatara) menggarap project pembangkit listrik tenaga mini hydro sebesar 6,6 Megawat (MW) yang difokuskan di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa.

Kontrak perjanjian pembelian tenaga listrik ini digelar di kantor PLN wilayah Sulselrabar Kamis (2/8) dan akan memulai penggarapannya 2 Agustus 2013 hingga 2 Agustus 2015.

Pembangkit tenaga listrik mini hydro ini berkekuatan 6,6 Megawatt yang menggunakan tekhnologi asal Jerman yang sanggup melakukan penghematan hingga 1700 per kilowatt hour (kWh).

Dirut PT Prisma Karun Energy, Sera Edy, mengatakan proyek ini menghabiskan investasi hingga Rp 100 miliar yang akan diwali dengan pembebasan lahan yang difokuskan di Desa Datara Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, dimana ia melihat prospek ini mampu membantu percepatan pertumbuhan perekonomian di Gowa dan tentunya bisa menarik investor, karena ketersediaan listrik sudah memadai.

“Pusat pembangkit listrik tenaga minihydro ini hadir dengan kapasitas 2×3,3 MW dan akan dibangun di areal seluas 10 hektar yang memiliki total daya mampu Pembangkit Listrik Tenaga Manusia (PLTM) sebesar 6,6 MW,” jelas Sera Edy.

Edy menambahkan total daya ini kemudian akan dijual kepada PLN dan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan energi listrik melalui jaringan udara tegangan menengah 20 kilo volt (KV), dimana PLTM Datara ini menggunakan dua turbin dengan daya mampu masing-masing 3,3 MW.

Dalam perjanjian pembelian tenaga listrik tersebut harga jual kepada PLN sebesar Rp 787  per kWh. sesuai permen no 4 tahun 2012 tentang penetapan harga listrik dengan masa perjanjian berlaku selama 15 tahun .

General Manager PLN Sulselrabar Zulkifli, Saat ini sudah hampir sekira 40 MW yang direncanakan berjalan, dan 20 MW sudah aktif berjalan di empat Kabupaten di Sulsel diantaranya Tangka Manipi Kabupaten Sinjai sebesar 10 MW, Rante Balla Kabupaten Enrekang, sebesar 2,4 MW, Malea Kabupaten Toraja, sebesar 7 MW, dan Mappung di Kabupaten Gowa sebesar 290 KWH dan kami memperdiksi lewat proyek ini akan tercipta penghematan pemakaian BBM setara dengan Rp 11 miliar per bulannya.

“Dari 20 MW yang beroperasi tersebut diorganisir perusahaan-perusahaan seperti PT USU, PT Siteba, dan PT Haji Latunrung,” kata Zulkifli. (RS10)