JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

PU Pangkep Hanya Bisa Tuntaskan 40 Km Jalan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 13 Maret 2017 14:36
PU Pangkep Hanya Bisa Tuntaskan 40 Km Jalan

Kondisi jalan di Kampung Kalamisue, Desa Kassi Loe, Kecamatan Labakkang, Pangkep. Tahun 2017, Dinas PU hanya bisa tuntaskan 40 Km jalan adari total 464 Km jalan yang dimiliki Pangkep. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Minimnya anggaran yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep mengakibaatkan sejumlah pengerjaan dan perbaikan jalan tidak maksimal. Jika tahun sebelumnya, Dinas PU mendapatkan kucuran anggaran hingga ratusan miliar, namun tahun ini hanya mendapat kucuran sebesar Rp65 miliar, khusus untuk pengerjaan dan perawatan jalan yang dimiliki.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep, Andi Irwan. Menurutnya, tahun ini Pangkep hanya mendapat anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp50 miliar, dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp15 miliar, dengan total Rp65 miliar. Dana tersebut dianggap kurang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang mencapai angka Rp100 miliar lebih.

Irwan menambahkan, anggaran Rp65 miliar yang tersedia tersebut, dianggap kurang bila harus memperbaiki jalan sepanjang 646 Kilometer (Km) yang ada di Kabupaten Pangkep.

Kekurangan anggaran tersebut pun membuat pihaknya tak dapat memperbaiki kesuluruhan jalan yang ada bilamana mengalami kerusakan, sehingga pihaknya pada tahun ini hanya melakukan perbaikan jalan pada ruas jalan rusak yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki.

“Karena anggaran terbatas, akhirnya beberapa ruas jalan kita abaikan dulu. Kita hanya memperbaiki jalan-jalan utama yang memang jadi proritas untuk diperbaiki. Tahun ini kita hanya memperbaiki 40 Km jalan yang dari 646 Km total jalan yang kita miliki,” keluhnya.

Irwan menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya memprioritaskan perbaikan jalan yang ada di daerah Taraweang, Padang Lampe, Kanaungan, Tabo-Tabo, dan Mangilu.

Rusaknya sejumlah ruas jalan di Pangkep, diakui lantaran Pangkep merupakan daerah tambang, dimana jalan yang ada kerap dilintasi truk overtonase yang beresiko membuat jalan rusak.

“Resiko kita sebagai daerah tambang, banyak kendaraan dengan muatan yang berlebihan. Sehingga, sangat gampang jalanan mengalami kerusakan,” jelasnya. (***)


div>