SENIN , 15 OKTOBER 2018

Puan Maharani dan Pramono Anung Disebut Terima Duit e-KTP USD 500 Ribu

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Maret 2018 15:30
Puan Maharani dan Pramono Anung Disebut Terima Duit e-KTP USD 500 Ribu

Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi e-KTP yang melilitnya, di PN Tipikor Jakarta (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Terdakwa perkara dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto, dalam persidangan menyebut jika uang proyek e-KTP juga mengalir ke Puan Maharani dan Pramono Anung. Keduanya disebut Novanto menerima masing-masing sebesar USD 500 ribu.

Menurut Novanto, uang untuk Puan dan Pramono diberikan oleh orang kepercayaannya, Made Oka Masagung. Hal itu diketahui Novanto dari Made dan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menceritakan hal itu usai berkunjung ke kediamannya.

“Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan, saya tanya ‘wah untuk siapa’. Disebutlah tidak mengurangi rasa hormat, saya minta maaf, waktu itu ada Andi untuk Puan Maharani 500 ribu dan Pramono USD 500 ribu dolar,” kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Infografis kasus e-KTP (Koko/JawaPos.com)

Menegaskan ucapan Novanto, ketua majelis hakim Yanto meminta Novanto untuk mengulangi pernyataannya. “Untuk siapa? Ulangi,” tanya Yanto.

“Bu Puan Maharani waktu itu Ketua Fraksi PDIP dan Pramono adalah USD 500 ribu ini hal-hal,” jawab Novanto.

Mantan Ketua DPR RI mengaku awalnya hanya mendengar nama Puan yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP. Namun belakangan dia juga mendengar nama Jafar Hafsah, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat ketika proyek itu bergulir, juga disebut menerima uang.

“Hanya itu saja saya kalau nggak salah Jafar Hafsah. Saya tahu waktu pemeriksaan semalam dengan Irvanto,” jelas Novanto.

Terkait tudingan Novanto, JawaPos.com tengah mengkonfirmasi Puan dan Pramono, namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari kedua pihak tersebut.

Dalam perkara ini, Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek e-KTP. Novanto juga didakwa menerima USD 7,3 juta melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.

(rdw/JPC)


div>