SELASA , 11 DESEMBER 2018

Pudji Hartanto Titip Sulsel Kepada Anton Charliyan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 10:52
Pudji Hartanto Titip Sulsel Kepada Anton Charliyan

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar)selama kurang lebih tujuh bulan, tidak membuat Irjen Pudji Hartanto tidak menunjukkan prestasi dalam menjaga kondisi keamanan di Sulsel.

Dalam malam resepsi pisah sambut jabatan Kapolda Irjen Pudji Hartanto kepadaKapolda Sulselbar terpilih Irjen Pol Anton Charliyan yang di gelar di di Four Point by Sheraton, Makassar, Sabtu (16/4) malam, Irjen Pudji Hartanto menyampaikan sukaduka selama menjabat sebagai kapolda.

“Malam ini saya ingin sampaikan kegalauan saya ketika bertugas di sulsel sebagai kapolda, dimana sebelumnya banyak media menayangkan aksi demonstrasi mahasiswa yang kerap berujung anarkis. Tapi saat saya disini Alhamdulillah saya bisa atasi itu,” kata Pudji dalam sebuah video yang diputar saat malam resepsi tersebut.

Ia mengatakan, saat pertama bertugas ia melakukan penyesuaian dengan lingkungan. Selain itu ia juga selalu turun ke lapangan melakukan pendekatan persuasif dengan mahasiswa yang hendak memblokade jalan saat aksi demonstrasi. “Melalui pendekatan dengan mahasiswa, imej negatif yang suka demo anarkis berubah menjadi positif,”ujarnya.

Bahkan, Pudji juga pernah mengatasi aksi demo didampingi dengan personil yang minim. Bahkan dirinya pernah membersihkan batu yang berserakan di jalan saat aksi mahasiswa berlangsung.

Tak hanya itu, kegalauan tentang pendemo anarkis membuat Pudji saat itu melakukan beberapa kali pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Makassar. “Saya berharap semoga dengan hadirnya kapolda yang baru, Irjen Pol Anton Charliyan bisa mengatasi segala problem yang terjadi di Sulsel , terkhusus dalam menangani aksi yang di lakukan adik-adik Mahasiswa,”harapnya.

[NEXT-RASUL]

Tak hanya itu, kerja keras pudji juga saat kejadian jatuhnya pesawat Aviastar dan issu konflik di Sulsel dan kasus narkoba serta geng motor, Pudji melakukan pertemuan lintas kepala daerah dan instasi, bahkan melakukan pertemuan lintas tokoh agama dan pemuda serta mahasiswa.

“Saya yakin dan percaya pak Anton Charliyan, bisa atasi berbagai problem di Sulsel. Semoga amanah dan tanggung jawab tersebut dilaksanakan dan diselesaikan,” ucapnya.

Pudji menjabat sebagai Kapolda Sulselbar selama kurang lebih tujuh bulan, terhitung mulai bulan september 2015 hingga akhir bulan maret sebelum diangkat sebagai Dirjen Perhubungan Darat saat ini.

Sementara itu, Kapolda Sulsel terpilih Irjen Anton Charliyan mengatakan, meski dirinya belum resmi dilantik sebagai Kapolda Sulselbar, ia menyempatkan waktu untuk menghadiri acara perpisahan Irjen Pudji yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

“Saya ingin sampaikan, semestinya pagi tadi saya berkunjung ke Korea untuk menghadiri agenda penting internasional karena saya ketua kontingen. Tetapi, ada acara perpisahan Pak Pudji saya batalkan ke Korea,” kata Anton

Dalam sambutanya, Anton juga memuji dan mengapresiasi pencapaian dan prestasi Pudji Hartanto saat menjabat sebagai Kapolda Sulselbar. “Melihat karya Pak Pudji yang fenomenal, saya sangat kuatir dengan apa yang akan saya lakukan di sini kedepan sebagai penggantinya, karena capaian yang dilakukan beliau sangat luar biasa. Menurut saya, karya Pudji fenomenal dan luar biasa,”ucap Anton.

[NEXT-RASUL]

Pada kesempatan tersebut, Kapolda baru, Irjen Pol Anton Charliyan berharap kepada instansi pemerintah agar sama-sama bergandengan tangan mengatasi dan menjawab berbagai kemungkinan permasalahan yang akan dan sudah terjadi di Sulsel. “Saya sangat berharap kersama semua pihak, khusus Pemerintah Propinsi danĀ  kabupaten/kota di Sulselbar agar sama-sama menjaga keamanan dan kedamaian,”harapnya.

Menurut Humas Polda Sulselbar Kombespol Frans Barung Mangerah, Acara ini dikemas sedemikian rupa dalam bentuk pagelaran budaya sulsel. ” Ini untuk menunjukkan begitu indahnya budaya kita dan sebagai bentuk penghargaan dan kekaguman kita semua pada pesona budaya sulsel, diharapkan agar warna budaya yang ditonjolkan mempengaruhi pelaksanaan tugas polisi sebagai pengayom,” Demikian kata Frans Barung Mangerah. (Yad).


div>