SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Puisi Ketua Srikandi LMP Sulsel Sindir Sukmawati

Reporter:

Editor:

RRS

Kamis , 05 April 2018 10:12
Puisi Ketua Srikandi LMP Sulsel Sindir Sukmawati

Ketua Srikandi LMP Sulsel Rasmi Ridjang Sikati

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Srikandi Laskar Merah (LMP) Sulsel, Rasmi Ridjang Sikati atau biasa disapa Inka , membuat puisi balasan  untuk Sukmawati. Puisi Sukmawati yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ dibalas dengan judul ‘Ibuku  Tersayang’.

Seperti diketahui, puisi Sukmawati  dibacakan saat di ajang Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Centre, Rabu (28/3/2018) lalu.

Inka yang juga Ketua Pemberdayaan Perempuan BM PAN Sulsel ini mengungkapkan, Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis telah menyatakan puisi itu berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam.

Dalam pusinya, Sukmawati juga mengungkapkan, sari konde ibu Indonesia sangatlah indah dan lebih cantik dari cadar. Padahal, cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yang meyakini sebagai syariah berdasarkan dalil Alquran Surat an-Nur ayat 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas’ud.

Tidak hanya soal cadar, Sukmawati dalam puisinya juga menyinggung soal azan. Padahal,  azan itu syiar Islam untuk memberitahu dan memanggil untuk mendirikan salat.

“Puisi Bu Sukma yang berisi cadar dan azan menyangkut keyakinan bukan soal keindahan. Tak layak membandingkan cadar dan konde serta kidung dan azan,” ungkap kader PAN Makassar ini. (*)

Berikut puisi Rasmi Ridjang Sikati

Ibuku  Tersayang

Jika kau tau syariat Islam
Sari kondemu yang indah harusnya dibungkus
Sebab rambut adalah mahkota suci  

Hanya bisa dinikmati muhrimmu
Bukan untuk diumbar

Jika kau tau syariat Islam
Alunan suara azan itu mengetarkan hati
Lebih merdu dari kidung yang kau maksud

Hanya mengetarkan hati orang beriman
Bukan untuk kaum tersesat

Mungkin usiamu sudah lapuk
Hingga pikiranmu pun dipunahkan
Sehingga sari konde lebih bernilai dari kain ujub

Mungkin matamu telah dibutakan
Hingga hatimu pun ikut dimatikan
Sehingga kidungmu lebih merdu dari suara azan

 

 


Tag
div>