SENIN , 23 JULI 2018

Puluhan Ibu-Ibu ‘Aisyiyah hadiri Musrenbangda

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 17 Maret 2016 10:15
Puluhan Ibu-Ibu ‘Aisyiyah hadiri Musrenbangda

int

CITIZEN REPORTER – Musrenbangda adalah musyawarah tertinggi dalam perencanaan Pembangunan Daerah setelah melewati Musrenbang di tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten guna menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah. Hal ini pun terlihat dalam pelaksanaan Musrenbangda yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep yang menggelar pelaksanaan Musrenbangda ini di ruang pola lantai 2, Rabu (16/3).

Dalam pelaksanaanya diikuti oleh sejumlah pejabat penting seperti Wakil Bupati Pangkep, Ketua DPRD, Unsur Muspida, SKPD, Camat, Desa/Kelurahan, DPRD Provinsi serta tidak ketinggal salah satu ormas Perempuan Islam ‘Aisyiyah.

Dalam jejeran bangku kelima puluhan ibu-ibu ‘Aisyiyah perwakilan dari 2 Desa dan 4 kelurahan Binaan Program MAMPU ‘Aisyiyah mengambil tempat yang cukup strategis dibanding beberapa pejabat penting di lingkup PEMDA yang sengaja memilih bangku belakang padahal sesungguhnya beberapa kursi yang berjejer di depan masih kosong.

Saharia (48) mengungkapkan bahwa kehadirannya di ruang pola kantor Daerah Kabupaten Pangkep ini untuk yang pertama kalinya bahkan ia mengaku nyasar ketika dalam perjalanan menuju kantor daerah bersama rekannya yang lain.

“Iyah bu, ini pertama kalinya saya mengikuti yang namanya Musrenbang di Daerah, biasanya cuma sampai pada Musrenbang di Desa, itu pun kalau Pak Desa mengundang,” tutur Saharia yang saat ini sibuk melakukan pendampingan kelompok ibu-ibu di kampungnya sebagai kader ‘Aisyiyah untuk Program MAMPU.

“Tadi saya dan teman saya Syahruni nyasar, saya kira pertemuannya di kantor DPRD, karean menurut saya sempat dengar dari ibu-ibu kader katanya juga nanti akan ke DPRD saya kira disitu pertemuannya sampai saya harus menelpon wakil ketua PRA saya untuk memperjelas lokasinya,” ujar Saharia sambil tertawa senyum-senyum menceritakan perjalanannya.

Ibu Saharia adalah salah satu dari beberapa ibu-ibu yang hadir di ruang pola DPRD Pangkep, ketika ditanya tentang bagaimana ia dan rekannya bisa hadir dalam agenda tahunan ini dengan tertawa ia menjawab bahwa diminta oleh koordinator MAMPU Ibu Nhany untuk datang melihat langsung proses Musrenbangda sebagai bagian dari mengawal aspirasi yang telah diperjuangkan di tingkat Desa dan kecamatan hingga tingkat Kabupaten.

“Kami diminta Ibu Nhany untuk hadir, setiap Desa/Kelurahan ada 5 orang perwakilan yang hadir. Dari Desa Bowong Cindea ada saya, ibu Syahruni, ibu Syamsiah, ibu Jusmiyah, Ibu Ruqiah dan ibu Nurmiah. Dari 5 orang diantara kami, hanya Ibu Syamsiah yang pernah ikut sebelumnya pada kegiatan Musrenbangda, kami berempat tidak pernah sama sekali,” tambah Saharia.

Ditanya soal perasaan dan pengalaman pertamanya ini mengikuti Musrenbangda Ibu Saharia menuturkan bahwa senang dan bangga bisa hadir selain bisa melihat beberapa pejabat penting hadir dan berbicara masalah pembangunan kami juga bisa bertemu dan bertanya langsung dengan Wakil Bupati Sahban Sammana, ketua DPRD Bapak A. Ilham Zainuddin dan Anggota DPRD Provinsi Irfan AB dan menanyakan langsung tentang dukungannya terhadap aspirasi perempuan ‘Aisyiyah Pangkep dan tentunya kami senang karena diakhir kegiatan ini kami bisa berfoto bersama.

“Senang sekali, tadi ketemu langsung sama Ketua DPRD, Wakil Bupati dan DPRD Provinsi dan sempat berfoto bareng dengan kami semua yang hadir,” tutup Saharia

Ketika di komfirmasi ke Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah Nhany Rachman terkait keikutsertaan puluhan ibu-ibu ‘Aisyiyah dalam Musrenbangda kali ini ia mengungkapkan bahwa sesungguhnya mereka hadir tanpa undangan tertulis dari BAPPEDA.

“Yah, kami hadir tanpa undangan tertulis dari BAPPEDA, heran juga kami berapa kali sempat diundang untuk merumuskan bersama TPKD, tapi pas Musrenbangda gak ada undangan. Padahal ‘Aisyiyah ini adalah organisasi perempuan Islam yang paling getol memperjuangkan penanggulangan kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan perempuan,” tutur Nhany.

“Cuma karena saya dapat info dari beberapa pejabat yang dekat dengan ‘Aisyiyah Pangkep yang juga selama ini bekerjasama dengan kami terkait jadwal Musrenbangda ini, ya sudah saya calling aja tuh perwakilan ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk hadir, toh itu hak mereka mengawal perencanaan pembangunan selain itu jadi pembelajaran proses advokasi bersama juga,” ujar Nhany.

Penulis: Aurora F. Dahniar (Humas Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep)


div>