KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Puluhan Perempuan Sulawesi Ikut Pemilihan Kebaya Kartini di FEMME

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Kamis , 12 April 2018 18:33
Puluhan Perempuan Sulawesi Ikut Pemilihan Kebaya Kartini di FEMME

Para model berjalan di atas catwalk saat menampilkan rancangan salah satu desainer dalam pergelaran di CBFW 2018 di Hotel Four Points By Sheraton, Rabu (11/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan perempuan Sulawesi ikut pemilihan kebaya Kartini di FEMME CBFW 2018, di Four Point By Sheraton Makassar, Kamis (12/4).

Ketua Pelaksana lomba pemilihan kebaya Kartini, Hj Megawati Achmad mengatakan di event FEMME & CBFW 2018 ini, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel kembali dipercayakan menghandle lomba fashion kebaya kartini.

“Kami dari IWAPI bermitra dengan pihak penyelenggara FEMME dan CBFW menggelar pemilihan kebaya kartini,” ujarnya.

Kebaya telah menjadi ciri khas perempuan Indonesia saat perayaan Hari Kartini. Tak hanya sekadar pakaian tradisional, saat ini kebaya telah dimodifikasi ke dalam berbagai desain yang stylish.

Jika biasanya kebaya lekat dengan kain jarik sebagai bawahan, namun kali ini kebaya dipadankan dengan sarung wirron model kartini tanpa modifikasi.

“Peserta lombanya yang mendaftar ada sekitar 50-an orang dari berbagai pengurus IWAPI se Sulsel. Selain itu juga ada dari PDAM, PKK Makassar, Depag, Pelindo, Partai Golkar, hotel dan berbagai instansi lainnya,” papar pengurus IWAPI Sulsel tersebut.

Adapun tujuan dari kompetisi ini untuk melestarikan nilai luhur dan semangat juang yang terkandung dalam sejarah bangsa Indonesia. Khususnya, kepada kaum perempuan, agar dapat mempertebal tekad keyakinan serta kelanjutan perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Sejumlah penilaian lomba tersebut adalah kebaya dan sarung wiron model Kartini tanpa modifikasi, make up natural tanpa bulu mata, rambut sanggul Kartini, selop tertutup dengan tinggi maksimal sembilan centimeter, aksesoris giwan, bros dan sunting/bunga untuk aksesoris sanggul. Dan yang terakhir adalah bahan kebaya dan sarung wiron bebas warna dan motif,” bebernya. (*)


div>