RABU , 14 NOVEMBER 2018

Puluhan Perwakilan Jemaah Abu Tours Mengadu ke Kakanwil

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Februari 2018 21:00
Puluhan Perwakilan Jemaah Abu Tours Mengadu ke Kakanwil

Kakanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir saat menerima perwakilan jemaah gagal berangkat dari Abu Tours Travel, Senin (12/2) lalu. Foto: Fahrullah/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan perwakilan jemaah gagal berangkat dari Abu Tours Travel mengadukan nasibabnya ke kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel, Jalan Nuri, Senin (12/2). Yang hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan dari pihak travel untuk memberangaktakan mereka hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan jamaah diterima oleh Kepala Kemenetrian Agama Sulsel (Kakanwil) Sulsel, Abd Wahid Thahir, yang didampingi oleh Kasi Informasi Haji dan Umrah Bidang PHU Kanwil, Solihin.

Salah satu jemaah, Amran menyampaikan bahwa kedatangan mereka hari ini untuk mendengarkan masukan dari Kakanwil terkait opsi atau maklumat yang baru disampaikan oleh Owner Abu Tours, Abu Hamzah pada tanggal Sabtu (10/2) lalu.

“Pihak Abu Tours menyatakan bahwa jemaah harus menambah biaya sesuai standar yang ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, tapi menurut kami opsi yang ditawarkan Abu Tours itu sangat memberatkan dan tidak masuk akal, ujung ujungnya malah sangat menambah beban jemaah,” ungkapnya.

Amran memohon kepada Kakanwil Kemenag Sulsel, agar bisa memfasilitasi sebuah pertemuan paripurna dengan menghadirkan stakeholder terkait seperti Kemenag Sulsel, Polda Sulsel, OJK, FPRD dan Pemprov hingga pemilik Abu Tours.

“Kami berharap pihak pimpinan Abu Tours ada solusi yang lain diluar opsi yang ditawarkan dan tidak lagi memberatkan serta menambah beban seluruh calon jemaah,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir berharap, fenomena atau kisruh yang dialami oleh jemaah Abu Tours saat ini bisa segera didapatkan solusi yang terbaik bagi calon jemaahnya.

“Beban yang besar bisa menimbulkan gejolak sosial baru yang sangat merugikan ummat, khususnya di Sulsel ini,” ujarnya.

Dia menambahakn, idealnya pihak pimpinan Abu Tours membangun komunikasi dengan instansi terkait soal masalahnya termasuk Kementerian Agama Sulsel.

“Hingga saat ini kami belum melihat itikad baik tersebut, karenanya kami akan menyurat ke Menteri Agama untuk melaporkan masalah ini sesegera mungkin,” tutup Wahid Tahir. (*)


div>