KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Puluhan Tahun, Ratusan Warga di Bantaeng Kesulitan Air Bersih

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Kamis , 01 November 2018 15:11
Puluhan Tahun, Ratusan Warga di Bantaeng Kesulitan Air Bersih

int

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sekitar 500 warga Kayu Lompoa, Tala-tala, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, masih kesulitan dalam memperoleh air bersih.

Hingga kini, warga sekitar masih dibebani oleh persoalan air bersih yang merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Salah satu warga sekitar, Karim menjelaskan bagaimana sulitnya mereka mendapatkan air bersih karena harus mengangkut dari salah satu sumur.

Ada juga warga yang menggunakan pompa air untuk lebih memudahkan. Bahkan hingga memasang dua mesin agar mampu menyedot air hingga kerumahnya.

“Kita hanya menggantungkan kebutuhan air lewat sumur yang menghidupi ratusan orang warga. Ada yang angkat, ada juga yang pakai pompa,” jelas dia, Kamis (1/11).

Persoalan itu pun rupanya telah disampaikan kepada pemerintah setempat yaitu lurah. Hingga menghadap kepada Direktur PDAM secara langsung. Tetapi hingga kini, mereka merasa belum ada solusi nyata. Padahal jarak lokasi tersebut dari Pantai Seruni atau pusat kota Bantaeng hanya sekitar 2 km.

“Kalau PDAM itu sempat pasang pipa. Sudah sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang yang ada cuman pipanya saja, tapi tidak ada airnya,” tambahnya.

Warga sekitar pun sangat berharap ada bentuk kepedulian pemerintah atas persoalan yang mereka hadapi. Serta tidak memandang mereka dengan sebelah mata.

Direktur PDAM Bantaeng, M Ilyas saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa PDAM telah berencana melakukan suplay air ke wilayah tersebut.

“Kami sudah rencanakan suplay air kesana. Tapi itu baru bisa kami lakukan tahun depan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa selama ini terkendala oleh letak wilayah Tala-tala yang berada pada posisi lebih tinggi dari perkotaan. Sehingga suplay air ke wilayah tersebut rencananya bakal diambil dari Muntea, Kecamatan Uluere, melintas ke Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa.

“Karena letaknya lebih tinggi dari daerah kota, maka kami bakal ambil sumber air dari Muntea, Kecamatan Uluere untuk suplai air ke wilayah Tala-tala,” ujarnya.

Dia juga optimis kendala soal air bersih untuk warga Tala-tala bisa tertangani tahun mendatang. Sementara itu dalam postingan facebook @Samsidar Dirga menjelaskan bahwa warga sekitar teleh puluhan tahun mengalami kesulitan air bersih.

” Puluhan tahun warga Kayu Lompoa Tala- tala Bonto Rita bergantung hidup pada sumur tua ini untuk minum, mandi dan cuci, jarak dari kota Bantaeng hanya 2 km. butuh perhatian khusus.semoga 2019 adami dana kelurahan dari pemerintah pusat,” tulis dia dalam akunnya. (*)


div>