SENIN , 10 DESEMBER 2018

Puluhan Warga Botteng Gelar Aksi di DPRD Mamuju, Begini Tuntutannya

Reporter:

Sudirman

Editor:

Iskanto

Jumat , 09 November 2018 15:49
Puluhan Warga Botteng Gelar Aksi di DPRD Mamuju, Begini Tuntutannya

Puluhan warga yang tergabung dalam Pemuda Botteng Peduli Lingkungan, melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju, Jumat (9/11).

MAMUJU, RAKYATSUKSEL.COM – Puluhan warga yang tergabung dalam Pemuda Botteng Peduli Lingkungan, melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju, Jumat (9/11) .

Puluhan pemuda tersebut, menuntut agar Pemerintah Kabupaten Mamuju memperhatikan pembuangan sampah yang ada di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Hal itu, disampaikan Koordinator Aksi, Lukman mengatakan, sampai saat ini tempat akhir pembuangan sampah yang ada di Desa Botteng, sudah sangat merugikan masyarakat setempat. Pasalnya, tempat pembuangan sampah tersebut sudah mencemari lingkungan, baik polusi udara maupun aliran sungai.

”Saya minta kepada para anggota dewan agar melihat langsung kondisi tempat pembuangan sampah yang ada di Botteng. Sungai – sungai sudah tercemari apalagi bau yang sangat menyengat sangat menggangu masyarakat setempat, ” kata Lukman.

Lukman mengaku, hal ini sudah pernah disuarakan dengan Pemda Mamuju, namun hingga saat ini tidak ada realisasi. Lebih lanjut, Dia menegaskan, jika tuntutan yang kesekian kalinya ini tidak diwujudkan dalam waktu dekat ini, masyarakat Botteng akan menyegel akses masuk di tempat pembuangan sampah.

”Kalau tuntutan kami ini tidak ditindaki, dengan tegas kami akan melakukan penyegelan lokasi tempat pembuangan sampah. Tak usah dibuang sampah di Botteng, kalau bisa dibuang di tempat lain saja. Selama ini, kami juga sudah bosan dengan janji – janji bupati, yang katanya akan memperhatikan soal ini,” tegas Lukman di hadapan Ketua DPRD Mamuju.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi mengungkapkan, akan memanggil dinas terkait. Kata Dia, Meski tidak adanya anggaran penanganan sampah, Tahun 2019 akan diupayakan agar penanganan sampah di Botteng bisa dikelola secara profesional dan tertangani dengan baik.

“Tetap akan kita cari solusinya karena ini menyangkut kepentingan publik. Tak usalah kita bicara anggaran dulu kalau soal anggaran banyak yang kita bisa lakukan, yang penting pengelolaan sampah bisa di Botteng dikelola secara profesional,” pinta Suraidah


div>