SABTU , 20 OKTOBER 2018

Punggawa Itu Pemimpin, Jangan Mau Dilarang Jadi Pemimpin

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 12 Desember 2016 22:12
Punggawa Itu Pemimpin, Jangan Mau Dilarang Jadi Pemimpin

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan rencananya baru akan digelar 2018 mendatang. Namun tensi jelang mencari suksesor Syahrul Yasin Limpo tersebut makin tinggi.

Beberapa nama yang selama ini disebut akan maju mulai menyindir kandidat lainnya. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid misalnya, yang didorong maju di Pilgub Sulsel, belum lama ini menyindir kandidat yang dikenal luas dengan sebutan Punggawa.

Label Punggawa (pemimpin) selama ini dikenal melekat pada sosok mantan Bupati Gowa dua periode yang juga Ketua PMI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo. Nurdin saat berada di acara pembukaan Musda Partai Golkar Parepare, menyindir agar Ketua Golkar Parepare terpilih, Taufan Pawe agar tidak mau jadi punggawa. “Pak Taufan Pawe jangan mau jadi punggawa,” tegas Nurdin di hadapan ratusan simpatisan Golkar di Lapangan Andi Makkasau.

Ketua Biro Pemenangan Pemilu Wilayah IX DPD I Partai Golkar Sulsel, Ian Latanro, yang juga dikenal sebagai loyalis Ichsan, menanggapi dingin hal itu. Menurutnya, siapapun sah-sah saja disemakkan julukan sesuai kepribadiannya maupun karakter yang melekat pada dirinya.

“Seperti Pak Syahrul dengan sebutan Komandan, atau kandidat-kandidat calon gubernur yang muncul, seperti Pak Ichsan YL dengan panggilan Punggawa, Pak Rivai Ras dengan panggilan Bro, Pak Burhanuddin Andi yang dipopulerkan dengan panggilan Jendral dan lainnya,” katanya.

Nama dan julukan itu, lanjutnya, sama dengan identitas seseorang dan mengikut dari kehebatan dan kemampuan seseorang. Ichsan YL misalnya, kata Ian, dikenal dengan sebutan Punggawa karena karakter kepemimpinannya yang kuat dengan komitmen dan integritasnya selama ini.

“Sah-sah saja, para calon pemimpin kita ini dilabeli panggilan sesuai kepribadian ataupun karakter masing-masing, asalkan saat memegang amanah panggilan itu bisa dipertanggung jawabkan dengan baik, dan paling penting tidak korupsi,” tegasnya.

Secara umum kata punggawa, menurut Ian, diartikan sebagai pemimpin. “Keliru kalau ada orang yang melarang orang lainnya menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)

 


div>