SELASA , 12 DESEMBER 2017

Punggawa: Kami Punya Strategi Hadapi Situasi Pilgub

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 19 Oktober 2017 19:27

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ichsan Yasin Limpo (IYL) buka suara mengenai serangkaian isu yang dialamatkan belakangan ini. Sepulang dari Eropa, kandidat Gubernur Sulsel ini “blak-blakan” tentang dinamika politik yang berkembang.

Isu tentang ia masih diragukan maju lewat koalisi parpol, termasuk soal kemungkinan Andi Mudzakkar (Cakka) akan ditinggalkan untuk memuluskan pencalonannya, dijawab secara terang benderang.

Saat berkunjung ke salah satu kantor media cetak di Makassar, Kamis (19/10/2017), IYL mengakui jika skenario untuk menggagalkannya memang semakin keras.

“Saya yakinkan ki semua, IYL-Cakka masuk ke arena Pilgub. Kami punya strategi menghadapi ini. Strategi apa, mohon maaf kami tidak akan sampaikan. Sekali lagi, mungkin mereka lupa kami adalah petarung sejati. Petarung sejati tak pernah takut menghadapi manajemen manusia,” tegas IYL, meyakinkan.

IYL yang sejak dulu memang dikenal “ahli strategi” politik, menyakini jika dirinya bisa maju lewat koalisi parpol. Meskipun kalkulasi yang berkembang, sisa dua parpol belum menentukan sikap.

“Ada strategi khusus untuk itu. Saya masih yakin lewat parpol. Di politik, kita punya plan A dan B. Semua kemungkinan bisa terjadi. Tetapi itu urusan kami. Tim dan grassroot silakan jalan saja, dan tak perlu risau,” tambah Punggawa, sapaan yang dilekatkan ke IYL.

Ditanya tentang kemungkinan mengganti Cakka, IYL menegaskan tidak akan mungkin dilakukan. Meski ia membocorkan jika ada partai yang mencoba menawarkan figur lain untuk dijadikan pasangan.

“Say selalu memegang prinsip, 3 K. Kemampuan, komitmen dan konsisten. Saya memutuskan Pak Cakka, itu sudah melalui proses. Terutama dalam mengukur kemampuan dan kelemahannya,” papar IYL.

Menurut dia, di kamusnya tak ada istilah mengkhianati komitmen, apalagi sampai menarik keputusan yang sudah ditetapkannya.

“Sekali saya putus, maka tidak mungkin saya tarik. Dan prinsip ini saya harus pelihara dan pertahankan. Karena ciri seorang pemimpin, bukan dibutuhkan tandatangannya semata. Tetapi pernyataannya harus sesuai dengan perbuatan. Itulah pemimpin,” pungkas IYL (*)


div>