Punggawa Tanggung Biaya Kuliah Anak Abd Hamid

Ichsan Yasin Limpo (IYL) mewujudkan mimpi Abd Hamid, pengayuh becak dan pemulung di Bantaeng, yang mengidolakannya dengan mengunjungi kediamannya di Kampung Maricayya, Kelurahan Letta, Bantaeng, Senin (17/7) siang. foto: ist for rakyatsulsel.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kunjungan Ichsan Yasin Limpo (IYL) ke kediaman pribadi Abd Hamid, pengayuh becak dan pemulung di Bantaeng, menjadi berkah tersendiri bagi keluarga sederhana ini.

Siapa sangka, kecintaannya terhadap Punggawa, sebutan yang dilekatkan ke IYL, berbuah sangat manis. Betapa tidak, biaya kuliah putri sulungnya,Nur Hikmah Fadjri Hamid, 17, kini tak menjadi beban pikiran lagi, terutama untuk pembayaran SPP.

Pasalnya, terhitung sejak masuk di bangku kuliah tahun ini, Ichsan akan menanggung semua biaya SPP Nur Hikmah hingga menyandang gelar sarjana di Makassar.

“Pak Hamid, jangan maki pikirkan biaya kuliahnya anakta. Mulai hari ini sampai selesai, nanti saya yang biayai,” kata IYL kepada Hamid sesaat setelah mendengar kabar jika Hikmah sedang mendaftar di salah satu perguruan tinggi di Makassar.

Kepada Hamid yang duduk didampingi istrinya Nurlela, serta putri sulungnya Nur Hikmah, IYL yang dikenal sebagai tokoh peduli kemanusiaan, juga meminta kepada Hikmah untuk giat belajar. “Belajar terus yah Nak,” pesan IYL.

Mendengar ucapan IYL, Hamid dan istrinya langsung menundukkan kepala yang diiringi tangis haru suami-istri, seolah tidak percaya jika ada orang yang ingin membiayai kuliah anaknya.

“Terima kasih banyak ye. Terima kasih banyak,” kata Hamid yang diikuti istrinya sebelum memeluk kembali ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel.

[NEXT-RASUL]

Seperti diberitakan, Hamid merupakan pengayuh becak dan pemulung di Bantaeng. Selama puluhan tahun, ia menggeluti pekerjaan ini untuk mengepulkan asap dapurnya, termasuk membiayai sekolah dua anaknya selama ini.

Satu hal yang membuat IYL terdorong membantu keluarga Hamid, yakni semangat dan keikhlasan pria setengah baya ini yang sangat mengidolakan dan mendukungnya.

Tanpa ada bantuan biaya atau mendapat paksaan selama ini, Hamid begitu antusias memberikan dukungan ke IYL. Baik mengecat becaknya sendiri dengan memuat kata Punggawa, Ichsan Yasin Limpo, maupun DD 1 YL.

Bukan hanya itu, beragam atribut juga dipasang di rumahnya. Di bagian depan, nampak banner yang bertuliskan Ichsan Yasin Limpo. Begitu juga puluhan stiker yang memuat gambar dan nama IYL. Bukan hanya itu, di meja tamunya, juga terdapat bingkai yang didalamnya memuat foto IYL. (***/selesai)