RABU , 14 NOVEMBER 2018

Pupuk Langkah di Maros, Petani Terancam Gagal Panen

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 26 Desember 2016 21:48
Pupuk Langkah di Maros, Petani Terancam Gagal Panen

Ilustrasi

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Kelangkaan pupuk bersubsidi hampir seluruh desa se Kabupaten Maros, membuat puluhan ribu hektar sawah terancam gagal panen pada musim ini. Pasalnya, dari 26.000 hektar sawah di Kabupaten Maros yang telah ditanami sudah mencapai 80% ini belum dilakukan pemupukan sama sekali.

Hal tersebut berdasarkan dari laporan beberapa kepala desa se Kabupaten Maros melalui ketua asosiasi pemerintahan desa seluruh indonesia (Apdesi) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Maros, Abdul Asiz.

Ia mengungkapkan, banyak kepala desa di kabupaten Maros yang telah mengeluh persoalan kelangkaan pupuk yang dapat membuat padi gagal panen. “Sudah banyak laporan dari beberapa kepala desa mengenai kelangkaan pupuk yang terjadi disetiap musim tanam,” bebernya, Senin (26/12).

Asis juga mengungkapkan, distributor pupuk bersubsidi setiap musim tanam tidak pernah menerima kuota pupuk bersubsidi yang semesetinya, dimana hal ini sudah terjadi lama. “Kekurangan kuota pupuk yang diambil oleh distributor ini tidak pernah sesuai kuotanya, dan hal tersebut itu sudah terjadi selama bertahun tahun,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannnya, para petani di Maros ini sudah mulai melakukan pemupukan pada saat umur padi menginjak tujuh hinggah 14 hari. Sementara, umur padi mereka saat ini sudah memasuki masa tanam 15 hingga 20 hari.

Dimana,lanjut Asis, dapat berpengaruh pada hasil panen mendatang. “jika kelangkaan pupuk di Maros ini terus terjadi, para petani kami pastinya akan mengalami penurunan hasil produksi, bahkan terparahnya akan mwngalami gagal panen,” ujarnya.

Senada dikatakan, salah satu anggota komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, M. Irfan AB, mengaku, telah mendengarkan keluhan para petani termasuk distributor pupuk persoal kelangkaan pupuk yang terjadi di Maros.

“Sebenarnya saya cuman melakukan silaturahim biasa saja, dimana disela silaturahim tersebut saya mendengarkan salah satu distributor pupuk subsidi yang mengeluhkan kuota pupuk untuk maros yang diterima tidak sesuai dari permintaan, berdasarkan laporan tersebut, saya akan mempertanyakannya langsung kepada dinas pertanian provinsi penyebab kekurangan pupuk tersbut.” Ujarnya


div>