SELASA , 14 AGUSTUS 2018

Pura-pura ingin Tukar Uang, Eh Laptop dan Handphone Dibawa Kabur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 03 April 2016 09:00
Pura-pura ingin Tukar Uang, Eh Laptop dan Handphone Dibawa Kabur

ilustrasi

MAKASSAR,RakyatSulsel.com—Naas menimpa Irma Aryani, ibu rumah tangga warga Kompleks Dewi Karmila Sari, Makassar Sulsel, Minggu 3 April. Dua buah ponsel smartphone dan satu laptop diembat pencuri di Pasar Daya Makassar saat ia masuk membeli ikan untuk kebutuhan dapur.

“Saya memarkir kendaraan saya tepat depan ruko yang tidak jauh dari tempat penjualan ikan. Ada anak saya (Fadel 11th & Aydin 6 th) menunggu di mobil. Tiba-tiba lelaki paruh baya datang merapat berpura-pura ingin menukar uang. Ternyata pelaku yang mengendarai motor itu pencuri. Dua buah handphone yang saya letakkan dilaci diambil dan satu laptop,” tutur Irma, Minggu 3 April.

Pelaku,  kata Irma berpura-pura menukar uang senilai Rp50 ribu kepada anaknya yang duduk menunggu di mobil. Fadhel (11 tahun), anak sulung korban,  yang tidak mengetahui gelagat jahat dari pelaku menyiyakan dan langsung bergegas meninggalkan mobil untuk menukar. “Kebetulan di mobilnya itu tidak cukup duit senilai Rp50 ribu untuk menukar.  Ia ke warung coto untuk menukar duit itu, eh ternyata setelah anak saya pergi. Ia menggarap isi mobil,” beber Irma.

Di mobil masih ada di si kecil Aydin (6 tahun). Saat pelaku hendak mengambil tas berisi laptop, Aydin masih sempat menarik tas tersebut sembari menyebut jika itu milik ibunya. Saat tas itu dibawa lari pelaku, si kecil pun menangis.

Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Biringkanaya Makassar, hari itu juga. Keterangan dari pihak kepolisian menyebutkan, kawasan Pasar Grosir Daya memang kerap terjadi pencurian. Empat hari sebelumnya, seorang ibu rumah tangga juga melaporkan dirinya telah kehilangan dompet di motor usai dicongkel pencuri.

Sudirman, penyidik Kepolisian Polsek Biringkanaya, meminta masyarakat hati-hati menyimpan barang di kendaraan jika berada di tempat umum seperti pasar. “Kita sudah wanti di pasar itu karena memang sudah banyak laporan. Tapi ada kemungkinan pelaku bukan orang di kawasan tersebut,” beber dia.

Irma yang juga karyawan swasta berkantor di Kawasan Industri Makassar (KIMA) menambahkan, dirinya berharap kepolisian bisa menunjukkan kinerja dengan mengejar pelaku. Kebetulan, dua smartphone yang dibawah kabur memiliki GPS yang gampang dilacak. (*)


Tag
div>