JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Pura-pura Pingsan saat Razia Narkoba, Disiram Baru Sadar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 20 April 2016 11:45
Pura-pura Pingsan saat Razia Narkoba, Disiram Baru Sadar

PURA-PURA PINGSAN. Salah satu wanita penghuni indekos di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur, pura-pura pingsan ketika pintu kamarnya didobrak polisi dalam razia yang digelar Selasa (19/4) sore. OCSYA ADE CP

RakyatSulsel.com — Tim Gabungan Polresta Pontianak merazia sejumlah titik rawan peredaran narkoba di wilayah Pontianak Timur, Selasa (19/4) sore. Petugas menyisir kostan dan penginapan di wilayah tersebut.

Pantaun Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) penghuni kost di bilangan Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur, panik. Dari puluhan kamar yang dirazia hanya beberapa yang tidak kooperatif.

Kost yang cukup mewah itu terletak di antara bangunan tinggi dan susah dijangkau. Warga sekitar mengeluhkan lokasi tersebut yang kerap menjadi tempat pesta sabu.

Sepasang kekasih bersembunyi dan membuang barang bukti sabu-sabu dari dalam kamar mandi. Ada juga yang tidak membukakan pintu. Terpkasa, petugas mendobraknya.

Saat terbuka, ditemukan seorang pemuda yang pura-pura tidur dengan barang-barang berserakan di sekitarnya. Termasuk korek api gas tanpa penutup dan jarum.

Masih di kamar itu, petugas juga menemukan sepasang kekasih berada dalam kamar mandi dengan busana minim.
Bahkan, ada pura-pura pingsan. Namun, saat disiram ari mereka sadar.

[NEXT-RASUL]

“Saya bawaan takut, makanya sembunyi di WC. Karena saya tak bawa KTP,” kilah pemuda asal Saigon, Pontianak Timur, saat ditanya petugas.

Perempuan penuh tato di sekujur tubuhnya ini mengaku tidak membuang barang bukti. Namun, tim merangsek ke belakang bangunan indekos itu. Tepat di bawah jendela kamar indekos yang dibayar No perbulan Rp 800 ribu itu ditemukan bong alat isap sabu.

Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Dhani Catra Nugraga mengatakan, total lima penghuni kamar kost diamankan ke Polresta Pontianak. Dari tangan mereka ditemukan barang bukti mengarah penyalahgunaan narkoba.

“Kita periksa lebih dalam. Pengakuan mereka sebagai pemakai sabu. Kita juga akan tes urin mereka. Nantinya akan kita rekomendasikan mereka untuk direhabilitasi,” katanya. (rakyat kalbar/yuz/JPG)


div>