SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Pusdalops BPBD Sulsel Tak Optimal

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Kamis , 01 November 2018 09:00
Pusdalops BPBD Sulsel Tak Optimal

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam lawatannya ke Makassar, Rabu (31/10) menyempatkan diri melakukan kunjungan ke Pusat Pengendalian Operasi Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel.

Sutopo mengaku jika Pusdalops yang dibuat di Sulsel atas kerjasama Australia itu memang sudah bagus dan berstandar nasional. Hanya saja kata dia belum dioptimalkan dengan baik.

“Pusdalops yang ada di suslel sudah standar internasional dibantu Australia. Fasilitas sudah canggih tapi belum dioptimalkan,” kata Sutopo.

Meski begitu kata Topo sapaan akrabnya, mengaku jika rencana pembentukan mitigasi bencana oleh pemerintah provinsi Sulsel sangat diharapkan. Pasalnya melihat kondisi Suslel yang rawan akan bencana alam seperti gempa, untuk itu harus ditunjang dengan keahlian SDM dalam pengendalian bencana.

“Bahwa mitigasi bencana menjadi prioritas itu baik dalam proses pembangunan. Apalagi Sulsel daerah yang rawan terhadap gempa, banjir longsor dan sebagainya,” tambahnya.

Topo melihat, khusus di Kita Makassar potensi likuifaksi sangat besar, untuk itu dirinya mengharapkan agar pemerintah menyiapkan pembangunan Mikrozoning.

“Apalagi dilihat pembangunan begitu massive di sini, rawa-rawa dijadikan area industri, rawan terjadi likuifaksi. Namanya rawa, kondisi tanahnya itu jenuh air, jadi ketika diterjang gempa maka akan mengubah tanah menjadi lumpur. Akhirnya terjadi likuifaksi,” ujarnya.

“Di sini potensi (likuifaksi) itu ada, oleh karena itu tentu ada pemetaan yang sangat detail. Namanya mikro zonasi. Di Makassar harus dibangun Mikrozoning. Konstruksi bangunan harus lebih kuat. Rawa jangan diketuk semua, berikan ruang untuk air,” sambungnya.

Peran pemerintah, kata Topo sangat penting, bagaimana kesiapsiagaan Pemda dapat lebih ditingkatkan, sehingga mitigasi bencana harus jadi investasi didalam pembangunan. Topo pun berjanji akan menyisakan anggarannya ke Sulsel.

“Oke tahun depan saya akan latih, siapkan anggaran, petugas-petugas BPBD dilatih bagaimana agar Pusdalops ini beroperasi, selain itu peralatan juga harus ditambah,” janji Topo.

Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Kaddafi mengatakan jika Gubernur Sulsel sudah merancang pembentukan brigade siaga bencana. Nantinya brigade ini akan dipusatkan di BPBD Sulsel.

“Jadi begitu ada bencana maka Pemprov punya satuan yang lengkap. Sudah diperintahkan oleh beliau, agar melakukan kerjasama dengan semua pihak termasuk pelatihan dasar SAR,” tutup Devo.(*)


div>