SELASA , 16 OKTOBER 2018

Puskesmas Bantimurung Kekurangan Tempat Tidur Pasien

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 09 Februari 2016 16:35

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Puskesmas Bantimurung Maros kekurangan tempat tidur untuk pasien. Saat ini, total jumlah tempat tidur yang ada hanya sekitar 17 buah. Itupun merupakan akumulasi tempat tidur untuk anak-anak dan tempat tidur yang berada di ruang UGD.

Kepala Puskesmas Bantimurung, Fitri Adi Cahya mengatakan dari total tempat tidur yang ada, pihak puskesmas mengaku kelabakan untuk menangani pasien, namun demikian Fitri mengaku ia tidak pernah menolak pasien hanya karena alasan ruangan penuh.

“Memang beberapa hari ini, tempat tidur penuh, pasien di dominasi oleh penyakit DBD dan Tipus, namun kita tidak pernah menolak pasien, kalau ada pasien kami segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan, ada pasien yang kita rujuk kalau memang parah penyakitnya” ujar Fitri kepada wartawan, Selasa (9/2).

Fitri mengatakan, ia sudah mengusulkan ke pemda untuk penambahan ruangan karena selama ini kapasistas ruangan yang jadi kendala. “Ruangannya memang yang tidak cukup, beberapa bulan yang lalu ada tambahan tempat tidur, tapi itu penggantian tempat tidur yang sudah tidak layak pakai,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Maros, dr Firman Jaya, ia menguraikan kalau selama ini kapasitas ruangan memang tidak memadai dan itu terjadi hampir disemua puskesmas.

“Memang ruangan yang kurang, itulah yang kemudian kami usulkan penambahan bangunan baru, seperti di puskesmas Bantimurung rencananya kita akan tambah lahan ke belakang, baru kita bangun ruangan perawatan baru,” ujar Firman.

Lebih lanjut, Firman mengatakan selama ini pihak puskesmas selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan apabila kamar tidur Full dan ada pasien yang masuk. “Kalau ada pasien yang masuk dan tempat tidur full, maka kami langsung arahkan ke RS Salewangang,” singkatnya.

Terpisah, ketua komisi III Hj Haeriah Rahman mengatakan ia senantiasa mengakomodir semua keluhan dan masukan dari masyarakat, termasuk mengenai kesehatan. “Selama ini kita memang banyak menerima aspirasi dari masyarakat, termasuk kesehatan, dan untuk kamar tidur yang kurang memang sudah kita dengar, hanya saja itu tergantung usulan yang dimasukan dari dinas kesehatan, pasti kami akan akomodir,” ujar khaeriah.

Khaeriah juga mengatakan, DPRD sejauh ini hanya melakukan pengawasan, dan mempelajari usulan dari dinas melalui asistensi, ia mengatakan pihaknya tidak punya wewenang untuk mencoret program. “Dalam asistensi, kita hanya menanyakan tujuan program, sejauh mana kebutuhan masyarakat terkait program, kita tidak punya wewenang untuk mencoret program, termasuk dari dinas kesehatan, untuk anggarannya tidak akan dikurangi, malah kita upayakan agar bisa ditambah,” tutupnya.


div>