RABU , 14 NOVEMBER 2018

Puskesmas di Pangkep Beri Obat Kadaluarsa ke Pasien

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 02 Agustus 2017 22:59
Puskesmas di Pangkep Beri Obat Kadaluarsa ke Pasien

postingan akun Bisdha idha sarhy, yang memperlihatkan obat anti biotik diduga kadaluarsa, yang diberikan pihak Puskesmas Minasatene, saat berobat, selasa (01/08).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Polemik kesehatan di Kabupaten Pangkep, seolah tidak ada habisnya, belum tuntas masalah kebersihan, hingga jual beli obat di RSUD Pangkep, masalah baru kembali muncul. Salah satu puskesmas yang terletak di Kecamatan Minasatene, diduga memberi obat kadaluarsa ke pasiennya.

Obat kadaluarsa yang diberikan ke pasien tersebut diketahui publik setelah salah satu akun facebook yang bernama Bisdha Idha Sarhy mengunggah foto obat anti biotik jenis sirup kering merek erythromycin, ke salah satu grup facebook, Rabu (02/07). Sontak postingan tersebut menuai banyak komentar dan reaksi netizen.

Dalam foto yang diunggah akun itu, terdapat dua bagian foto, dimana foto kiri memperlihatkan label tanggal berobat pasien yakni, 1 Agustus 2017, sementara foto kanan memperlihatkan label obat dengan cap produksi dan tanggal kadaluarsa yakni Agustus 2017.

Akun Bisdha Idha Sarhy yang coba dikonfirmasi melalui pesan messenger menuliskan jika dirinya tidak menyangka jika obat untuk anaknya tersebut diduga kadaluarsa.

“keringat dingin anak ku, mungkin tidak enak dia rasa, saya baru menyadari jika obat itu sudah kadaluarsa, apa juga kita taukan ki sebelumnya”, tuturnya.

Bisdha yang mengaku tinggal dirumah yang hanya berjarak 100 meter dari Puskesmas Minasatene tersebut mengaku panik lantaran khawatir anaknya keracunan obat.

“Sudah saya beri minum air kelapa, takut nanti keracunan”, katanya.

[NEXT-RASUL]

Sekedar diketahui, dikutip dari laman dokter.com, Erythromycin adalah golongan antibiotik makrolida yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri akut, seperti infeksi kulit, mata, telinga, saluran kemih, dan pernapasan. Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah kambuhnya serangan demam rematik pada pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik sulfa dan penisilin.


div>