KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Puskesmas Minasa Te’ne Bantah Beri Obat Kedaluwarsa

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 03 Agustus 2017 12:39
Puskesmas Minasa Te’ne Bantah Beri Obat Kedaluwarsa

Apoteker Puskesmas Minasa Te'ne, Misriani memberikan keterangan terkait obat yang diberikan diduga kedaluwarsa kepada awak media. Puskesmas memastikan obat tersebut masih layak konsumsi. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYAT SULSEL.COM – Pihak Puskesmas Minasa Te’ne, Kabupaten Pangkep membantah telah memberi obat kedaluwarsa ke pasien. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Minasa Te’ne, Nurul Mukmin, Kamis (3/8).

Nurul menuturkan, kondisi obat jenis antibiotik merek erythromicin tersebut masih layak konsumsi, meski di label tertera cap kedaluwarsa Agustus 2017. “Jenis obat yang dimaksud itu puyer. Sebenarnya obat masih bisa dipakai hingga akhir Agustus 2017,” tuturnya.

Meski demikian Nurul mengingatkan, khusus pasien yang mengkonsumsi obat serupa, memperhatikan batas pemakaian, karena obat tersebut hanya bertahan hingga sepekan pasca segel terbuka. “Harus diingat bahwa obat tersebut hanya bisa dikonsumsi seminggu, setelah segel terbuka. Habis tidak habis wajib dibuang,” jelasnya.

Terpisah Apoteker Puskesmas Minasa Te’ne, Misriani mengaku, pihaknya telah berkonsultasi ke Balai Penelitian Obat Dan Makanan (BPOM) terkait hal tersebut dan BPOM tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami sudah konsultasi langsung ke BPOM, bagian penyidik dan pemeriksaan, bahwa obat yang dimaksud, aman dan layak konsumsi,” terang Misriani.

Obat tersebut dianggap kedaluwarsa jika melewati tanggal akhir pada bulan yang tertera. “Kedaluwarsa itu dikatakan BPOM jika lewat pertanggal kedaluwarsa sementara obat yg dimaksud belum lewat Agustus,” terangnya.

Pihak Puskesmas sendiri Berharap agar, kejadian serupa tidak terjadi, dan menjadi bahan edukasi bagi masyarakat awam yang tidak faham terkait penggunaan obat obatan, pihak puskesmas juga menganggap situasi tersebut adalah kritikan untuk membangun pelayanan lebih baik kedepan.

Sebelumnya diberitakan, akun Facebook Bisdha Idha Sarhy mengeluhkan obat yang didapatkan dari Puskesmas Minasa Te’ne yang diduga kedaluwarsa, lantaran pada label obat tersebut tercap tanggal kedaluwarsa Agustus 17 atau Agustus 2017, yang berarti sudah melewati batas pemakaiannya. (***)

 


div>