SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

PWI: Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Wartawan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 19 April 2017 12:08
PWI: Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Wartawan

Pernyataan sikap resmi PWI Sulsel atas yang mengecam perilaku penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota POM TNI AL (POMAL) terhadap Salim Djati Mamma, jurnalis yang juga anggota PWI Sulsel. foto: rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Sulawesi Selatan mengecam perilaku penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota POM TNI AL (POMAL) terhadap Salim Djati Mamma, jurnalis yang juga anggota PWI Sulsel.

PWI mendesak pihak berwajib untuk melalukan proses hukum menyikapi kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di depan Warkop Dottorok 75, Jl Satando Makassar, Selasa (18/4).

Rilis resmi PWI Provinsi Sulsel menyatakan lima sikap organisasi dalam menyikapi insiden tersebut. Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Sulsel, Faisal Palapa, diketahui Ketua PWI Sulsel Moh Agus Salim Alwi Hamu.

Berikut Pernyataan Sikap PWI Sulsel:

1. Membentuk tim advokasi untuk melakukan klarifikasi, verifikasi, dan upaya hukum untuk mendalami kasus dugaan penganiayaan tersebut.
2. Mengecam perlakuan kekerasan, dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota POMAL terhadap Salim Djati Mamma (Anggota PWI, Komisaris Upeks)
3. Mendesak pihak berwajib agar kasus dugaan kekerasan/penganiayaan tersebut diproses secara hukum
4. Mengimbau rekan rekan jurnalis agar selalu mengedepankan profesionalisme dan etika yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
5. PWI menyiapkan tim hukum (lawyer/advokat) untuk melakukan pendampingan terhadap Saudara Salim Jati Mamma dalam menjalani upaya proses hukum dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. (***)


div>