MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Rahasiakan Operasi Pembebasan 10 WNI

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 13 April 2016 10:02

RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah tidak berhenti berupaya membebaskan 10 WNI ABK Kapal Brahma 12 yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Selain negosiasi langsung, berbagai celah lain pun tengah digeluti dengan mencari info sebanyak-banyaknya terkait kelompok separatis di Filipina selatan tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian mengatakan, pihaknya diminta tim satgas untuk mengorek seluruh informasi terkait Abu Sayyaf.

“Prinsip dari BNPT adalah membantu memahami jaringan Abu Sayyaf,” kata Tito usai mengikuti upacara kenaikan pangkat di Mabes Polri Jakarta kemarin (12/4).

Selain mencari info, mantan Kepala Densus itu memastikan jika BNPT tidak melakukan operasi apa-apa dalam satgas tersebut.

Tak hanya BNPT, satgas yang dipimpin langsung oleh wakil presiden Jusuf Kalla itu juga melibatkan Polri, TNI, Kementerian Luar Negeri dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Dari mana informasi didapat? Tito mengatakan, informasi dia dapatkan dari berbagai sumber. Tak terkecuali, dari tersangka atau terduga teroris yang ditangkap pihaknya maupun pihak Densus.

Apalagi, beberapa dari terduga teroris yang ditangkap di Indonesia memiliki pengalaman tinggal di Filipina. Namun, Tito enggan menyebutkan informasi apa, dan siapa terduga teroris yang dimaksud.

Disinggung apakah pihaknya juga melakukan inventarisir informasi ke Filipina, Tito menjawab diplomatis.

“Iya itu hanya salah satu opsi, ada opsi lain. Kita gak bisa sebutkan karena menyangkut rahasia operasi,” tutur mantan Kapolda Metro jaya tersebut.

Dia hanya memastikan jika semua informasi yang didapat langsung diteruskan ke satgas yang dipimpin wapres. Nantinya, wapres yang akan menentukan apa langkah yang diambil pemerintah.

“Beliau menyiapkan cara bertindak satu, cara bertindak dua, atau tiga. Garisnya apa, saya tidak bisa sampaikan,” terangnya. (jpnn)


div>