SABTU , 15 DESEMBER 2018

Rahman itu PNS Tulen, Kamru Pengusaha dan Politisi

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 18:06
Rahman itu PNS Tulen, Kamru Pengusaha dan Politisi

Lanjut kampanye dialogis Kamrussamad bersama warga di kampung Matampa desa Samalewa, Bungoro. Selasa (15/9/15). (foto:IST)

PANGKEP,RAKYATSULSEL.COM – Calon wakil bupati nomor 1, Kamrussamad menyebut pasangannya di Pilkada Pangkep, Abd Rahman Assegaf adalah pegawai negeri sipil (PNS) tulen. Menurutnya, Rahman memulai karirnya dari bawah hingga menjabat wakil bupati dari Syamsuddin Hamid.

Kamru, sapaan Kamrussamad, mengatakan dengan pengalamannya di pemerintahan bisa disimpulkan bahwa Rahman seorang ahli pemerintahan dalam membangun Pangkep.

“Pak Rahman ini adalah mantan lurah kepala desa, pernah jadi camat, hingga menjadi wakil bupati periode lalu. Karena memang beliau bersekolah di perguruan tinggi ilmu pemerintahan STPDN, ” ungkap Kamru saat kampanye dialogis di Kampung Matampa Desa Samalewa Kec Bungoro, Selasa (15/9/15)

Dalam kampanye ini, hadir mantan legislator Pangkep fraksi Golkar Qadri Nur, dam tokoh agama Pangkep ustadz Ilham.

Selain itu, Kamru juga memperkenalkan dirinya yang seorang politisi, pengusaha dan masa kecilnya dihabiskan di Pulau Salemo Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.

“Saya pernah bersekolah SD di pulau bapak ibu, saya orang asli Tala orang Ma’rang. Hingga melanjutkan perguruan tinggi, pernah kuliah di Universitas Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga mengajak para pemuda harus bisa melanjutkan jejak mereka berdua kalau pendidikan bisa berjalan bagus, dengan pemerintahan yang memperhatikan masalah pendidikan, kesehatan ibu dan anaknya.

Sementara di Kampung Matampa Kamru juga menyinggung soal penungkatan gizi bayi dan ibu-ibu hamil sebagai upaya menekan angka penderita gizi buruk pada anak dan ibu hamil yang sedang menyusui.

“Anak-anak di desa harus sehat semua. Balita dan ibunya harus sehat. Sehingga generasi kita yang ada di Pangkep cerdas semua, ada yang bisa bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Tak hanya itu, pemerintah harus memprogramkan yang namanya beasiswa bagi anak yang berperaetasi,” terangnya.

Jadi, kata dia, kalau sudah begini Pangkep akan maju, bisa lebih dikenal oleh orang-orang di luar Pangkep. Masyarakatnya, ibu dan anak semua sehat dan anak-anak mudanya bisa bersekolah hingga ke luar pulau sulawesi bisa berpendidikan tinggi melalui bantuan pemerintah.

“Jadi kita bangga kalau ada tetangga kabupaten lain bertanya orang manaki, kita jawab saya orang pangkep, tawwa orang pankep,” kan bagus kalau kita dikenal dengan begitu,” tukasnya.


div>