RABU , 21 NOVEMBER 2018

Rahmansyah Minta Risman Pasigai Perbaiki Akhlak

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Rabu , 23 Mei 2018 13:00
Rahmansyah Minta Risman Pasigai Perbaiki Akhlak

Rahmansyah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kicauan juru bicara paslon Gunernur Sulsel nomor urut 1, Risman Pasigai perihal status Anggota DPRD Sulsel Rahmansyah ditanggapi serius.

Bahkan Rahmansyah melontarkan kembali kritikan sangat keras untuk Risman Pasigai yang dinilai tidak menjaga sopan santun.

“Risman harusnya bukan hanya memperbaiki akhlak nya, tapi harus memperbaiki mulutnya,” kata Rahmansyah saat ditemui Selasa, (22/5/2018) kemarin.

Politisi asal Kabupaten Gowa ini menilai, statement yang sering dilontarkan Risman adalah representasi sebagai Jubir NH-Aziz sehingga perlu di kontrol.

“Komentarnya Risman itu representasi kandidat di mana dia menjadi jubirnya,” tuturnya.

Rahamansyah juga mempertanyakan sikap elit DPD Golkar Sulsel yang mencoret namanya di daftar fraksi Golkar DPRD Sulsel.

“Menteri Dalam Negeri tidak dicoret dari Fraksi. Kenapa Golkar melakukan pencoretan kadernya dari fraksi,” terangnya.

Tak hanya itu, dirinya juga membantah jika kemudian dianggap menghianati partai. Padahal, lanjut dia, pihaknya lakukan ini adalah melawan kebijakan Nurdin Halid (NH), bukan kebijakan Golkar.

“Tidak boleh dianggap kami penghianat, kami melawan kebijakan NH bukan kebijakan Golkar,” tegasnya.

Rahmansyah berpendapat, jika perlawan mereka tak boleh disikapi oleh Risman yang berjiwa pahlawan. Karena pihaknya yang melawan juga belum tentu disebut pahlawan. Begitu juga sebaliknya yang dilakukan Risman.

“Kalau kami dianggap penghianat, tapi kan tidak berarti Risman pahlawannya. Dan sebaliknya, kalau kami ini pahlawannya saya pastikan Risman penghianatnya. Kenapa? jadi intinya gini Risman tidak serta merta dia pahlawan,” terangnya.

Rahmansyah menambahkan, sebenarnya masih banyak agenda Golkar yang urgensi untuk dilakukan. Daripada hanya mengurus hal lain.

“Masih banyak hal yang lebih prinsip yang diurusi Golkar daripada urusan ini. Banyak hal yang lebih prinsip yang harus diurus Golkar daripada urusan jadi sebagai Jubir,” tutupnya. (*)


div>